Kapasitas aerobik merupakan indikator fisiologis utama yang berkontribusi terhadap performa atlet sepakbola, khususnya dalam mempertahankan intensitas permainan sepanjang pertandingan. Namun, kapasitas aerobik atlet pelajar pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Kabupaten Bogor masih terbatas dilaporkan secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis VO₂max atlet sepakbola pelajar putra usia 15–18 tahun di PPOPM Kabupaten Bogor serta merumuskan rekomendasi pengembangan program latihan berbasis data fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional terhadap 21 atlet. Pengukuran kapasitas aerobik dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (beep test). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata VO₂max sebesar 42 ml/kg/menit (SD = 3,8). Distribusi kategori menunjukkan 100% atlet berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan adanya kapasitas aerobik yang cukup perlu diperhatikan, sehingga diperlukan pendekatan latihan yang lebih individual dan terstruktur. Rekomendasi yang diajukan meliputi penerapan High-Intensity Interval Training (HIIT), pemantauan kondisi fisiologis secara berkala, serta optimalisasi aspek nutrisi dan komposisi tubuh untuk mendukung peningkatan kapasitas aerobik menuju standar kompetitif nasional. Disimpulkan bahwa VO₂max atlet tergolong baik, namun masih memerlukan intervensi berbasis bukti ilmiah dan perencanaan latihan yang sistematis untuk mencapai performa optimal pada level kompetisi yang lebih tinggi.