Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Rhodamin B Dalam Cake Red Velvet Yang Beredar Di Kota Banjarmasin Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Tuti Alawiyah; Aulia Rahmah; Doni Irawan F.M.; Elva Gusnianti; Fatimah Azzahra; Firda Alfisah; Sola Gresia
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna bersifat toksik yang jika ditambahkan pada makanan atau minuman dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini bertujuan menganalisis Rhodamin B pada kue bolu red velvet. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di kota Banjarmasin, analisis Rhodamin B pada kue red velvet ini ditentukan dengan dua metode yaitu Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil analisis Rhodamin B dilakukan dengan KLT didapatkan nilai RF sama antara sampel dan pembanding Rhodamin B yaitu 0,51. Spektrofotometri Uv-Vis didapat panjang gelombang maksimum 526 nm dan diperoleh kadar Rhodamin B 4,693 μg/mL. Hasil uji identifikasi menunjukkan bahwa sampel kue red velvet positif mengandung Rhodamin B.
Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri; Aulia Rahmah; Army Julianti; Nor Sipa Aulia Ulpah; Bamikha Priskila Natantri
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.996

Abstract

Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) secara empiris digunakan masyarakat sebagai penurun kadar gula darah dan memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etil asetat daun Leyasi melalui uji fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), serta penetapan kadar flavonoid total. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasonik, kemudian dilakukan uji identifikasi flavonoid dengan reaksi Shinoda, FeCl₃, dan analisis KLT menggunakan eluen kloroform–etanol (2:8). Hasil KLT menunjukkan tiga bercak dengan nilai Rf 0,73; 0,81; dan 0,89 yang mengindikasikan keberadaan beberapa senyawa semipolar, terutama flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menghasilkan nilai rata‑rata 72,411 ± 3,843 mgQE/g dari tiga replikasi, menunjukkan presisi metode yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa daun Leyasi mengandung flavonoid dalam kadar tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif untuk produk herbal atau fitofarmaka.