Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN CARA MEMBUANG OBAT KEDALUWARSA Fika Rizqiyana; Shofa Khoirun nida; Farida Fakhrunnisa; Dientianovi Ridaul Maghfiroh
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i2.9812

Abstract

Obat merupakan salah satu kebutuhan penting dalam Upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan massyarakat. Namun, tidak semua obat yang dibeli atau diresepkan oleh tenaga kesehatan selalu digunakan hingga habis. Sebagian besar masyarakat menyimpan obat dalam jangka panjang hingga melewati tanggal kedaluwarsa. Masih yang belum memahami car ayang benar falam membuang obat yang sudal kedaluwarsa tau tidak terpakai. Obat yang dibuang sembarangan, dan dibuang langsung ke tempat sampah atau saluran air dapat emnimbulakan berbagai dampak negative bagi lingkungan dan kesehatan. Kandungan zat aktif dalam obat dapat mencemari tanah dan air yang berpotensi membahayakan ekosistem serta kesehatan manusia (Kementrrian Kesehatan R!, 2020). Selain itu, adanya obat yang tidak dibuang dengan benar juga dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan atau konsumsi yang tidak sengaja oleh anak-anak maupun hewan peliharaan (WHO, 2019) Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI), masyarakat disarankan untuk membuang obat kedaluwarsa dengan cara yang aman, seperti menghancurkan obat sebelum dibuang, menghindari membuang ke saluran air dan membuang obat kedaluawarsa dengan benar menjadi permaslahan yang perlu segera ditangani. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai cara membuang obat kedaluwarsa. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan serta mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat pembuangan obat yang tidak teapat.
EDUKASI BAHAYA KANDUNGAN BORAKS PADA MI BASAH DI DESA PEGIRIKAN KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL Muhammad Fasekh Jamaludin Amin; Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki; Agung Nur Cahyanta; Fika Rizqiyana; Shofa Khoirun Nida; Farida Fakhrunnisa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i3.8332

Abstract

Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan makanan. Larangan penggunaan boraks sudah diatur dalam permenkes tahun 2012. Konsumsi boraks dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit antara lain diare, gangguan sistem syaraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya kandungan boraks pada makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada masyarakat dengan cara memberikan kuisioner tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahaya boraks pada makanan. Hasil pengabdian masyarakat yaitu menghasilkan tingkat pemahaman masyarakat yang sangat baik setelah dilakukannya edukasi tentang bahaya boraks pada mi basah.
Hubungan Pemberian Edukasi Penyakit Skabies terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Santri di Pondok Pesantren Darul Mujahadah Juniarti, Nabilla Eka; Farida Fakhrunnisa; Arifina Fahamsya; Endang Istriningsih
An-Najat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v4i2.3659

Abstract

Scabies is a contagious skin infestation that is highly prevalent in densely populated environments, such as Islamic boarding schools (pesantren). The primary factors contributing to its transmission are a significant lack of medical knowledge and poor hygiene behavior among residents. This study aims to analyze the impact of educational interventions on the knowledge levels and hygiene behaviors of students (santri). The research employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of 109 students at Darul Mujahadah Islamic Boarding School were selected as the study sample using a purposive sampling technique based on specific inclusion criteria. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score from 57,49 (pre-test) to 65,40 (post-test) with a p-value of 0,000. Similarly, the average behavior score significantly improved from 27,58 (pre-test) to 31,24 (post-test) (p-value 0,000). These findings indicate that the provision of health education significantly enhances students' knowledge levels and fosters more positive behavioral changes regarding the prevention and management of scabies within the boarding school environment.