Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Aktivitas Sediaan Sabun Padat Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) dan Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides Sleberex Steud) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki; Nur Inayah
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v2i3.1292

Abstract

Solid soap is a preparation used to clean the skin from dirt and bacteria. Basil leaves and bandotan leaves are plants that have secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and steroids that have the potential to be antibacterial. This study was to formulate solid soap from ethanol extract of basil leaf and bandotan leaf as an antibacterial, to determine the formulation of solid soap of bandotan leaf extract and basil extract which has the strongest inhibition zone in the bacterium Propionibacterium acnes. This research method is an experimental method by making basil leaf extract and bandotan leaf extract by maceration with 96% alcohol. Solid soap formulations are made with 3 concentration variations, namely formulation 1 basil extract 7.5% and bandotan extract 12.5%, formulation 2 basil extract 10% and bandotan extract 10% and formulation 3 basil extract 12.5% and bandotan extract 7.5%. Then the antibacterial activity of solid soap was tested with Propionibacterium acnes bacteria by the well dilution method. Conclusion The formulation of basil leaf extract and bandotan leaf extract has antibacterial activity, solid soap preparations from basil leaf extract and bandotan leaf extract have met the quality requirements, in formulations 2 and 3 basil leaf extract and bandotan leaf extract have a strong inhibition zone of 6.7 mm. Then the data was analyzed using one way ANOVA.
Potensi Fermentasi Bawang Putih Tunggal Hitam (Allium sativum L.) Sebagai Alternatif Antikolesterol Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza; Tika Amelia
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i3.1560

Abstract

Cholesterol is a fatty substance that circulates in the blood and is yellowish in color, and has a texture similar to wax, produced by the liver and is needed by the body. One plant that can lower cholesterol is single black garlic. This study aims to determine the anti-cholesterol content at various fermentation times for single black garlic. The research was carried out using single black garlic samples with fermentation times of 5, 10 and 15 days. One alternative that can be chosen to lower cholesterol levels is to consume single garlic into single black garlic, fermentation produces a sweeter and softer taste and reduces the sharp taste and aroma of fresh garlic, making it more preferred by many people. Samples were analyzed quantitatively using UV-Vis spectrophotometry. The maximum λ value was obtained at 636.5 nm with the linear regression equation y = 0.0002x + 0.3098 and (r) at 0.9945. In quantitative tests, all variations in fermentation time can reduce cholesterol. Fermentation samples for 5, 10 and 15 days respectively obtained an EC50 value of 1067.07; 1185.5; 1354.65 ppm, while the positive control simvastatin got an EC50 value of 961.25 ppm. It can be concluded that the best fermentation time is 5 days of fermentation because the smaller the EC50 value, the stronger the anti-cholesterol power.
Penentuan Kadar Lemak Dan Protein Pada Daging Dan Biji Durian (Durio Zibethinus Murr.) Lokal Di Pasar Brebes Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza; Eek Safita
An-Najat Vol. 2 No. 3 (2024): AGUSTUS - An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i3.1637

Abstract

One of the tropical fruits that is rich in nutrients such as fat, protein, carbohydrates, vitamins and minerals is durian. Not a few people enjoy durian fruit, because it can be consumed by people of all ages. Consuming too much durian fruit can cause side effects such as high blood pressure, increased cholesterol levels, obesity and digestive system problems. This research aims to determine the fat and protein content in local durian flesh and seeds and compare the fat and protein levels. This research uses the soxhletation method and the biuret method with the help of UV-Vis spectrophotometry. Sample analysis was carried out qualitatively and quantitatively. The resulting fat content in the flesh of the fruit was 13.58% while in the seeds it was 0.39%, meanwhile the protein content produced in the flesh of the fruit was 24.19% and the seeds were 16.5%. It can be concluded that in durian fruit, the protein content in the flesh and fruit is higher than the fat content. The data obtained were analyzed using the One Way Anova test in SPSS which showed that durian flesh and seeds had significantly or significantly different fat and protein levels (p<0.05).
PENYULUHAN HERBA PENINGKAT SISTEM IMUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Lailiana Garna Nurhidayati; Ery Nourika Alfiraza; Oktariani Pramiastuti; Qibtiyah Adzillina
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i2.344

Abstract

Pandemi COVID-19 disebabkan oleh virus corona 2 (SARS-CoV-2). Virus SARS-CoV-2 merupakan jenis virus RNA. Pencegahan agar tidak terjangkit virus salah satunya yaitu meningkatkan sistem imun tubuh. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya peserta panti asuhan terkait tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai peningkat sistem imun dalam masa pandemi. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pretest, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi tanya jawab antara pemateri dan peserta penyuluhan, dan diakhiri dengan postest. Analisis data pretest dan postest digunakan untuk menentukan hasil ketersampaian materi. Hasil penyuluhan herba peningkat sistem imun pada masa pandemi covid-19 adalah rata-rata nilai pretes 59,66 dan rata-rata nilai postest yaitu 65,52. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai herba peningkat sistem imun sebesar 9,8%.
EDUKASI BAHAYA KANDUNGAN BORAKS PADA MI BASAH DI DESA PEGIRIKAN KECAMATAN TALANG KABUPATEN TEGAL Muhammad Fasekh Jamaludin Amin; Ery Nourika Alfiraza; Desi Sri Rejeki; Agung Nur Cahyanta; Fika Rizqiyana; Shofa Khoirun Nida; Farida Fakhrunnisa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i3.8332

Abstract

Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan makanan. Larangan penggunaan boraks sudah diatur dalam permenkes tahun 2012. Konsumsi boraks dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai penyakit antara lain diare, gangguan sistem syaraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya kandungan boraks pada makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada masyarakat dengan cara memberikan kuisioner tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahaya boraks pada makanan. Hasil pengabdian masyarakat yaitu menghasilkan tingkat pemahaman masyarakat yang sangat baik setelah dilakukannya edukasi tentang bahaya boraks pada mi basah.
PENENTUAN KADAR ALKOHOL DARI TAPAI UBI UNGU (Ipomoea batatas (L.) Lam) DAN TAPAI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DENGAN VARIASI WAKTU FERMENTASI Desi Sri Rejeki; Ery Nourika Alfiraza; Alisha Asri Kusuma
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.775

Abstract

Tapai merupakan makanan khas Indonesia yang dihasilkan dari fermentasi bahan makanan kaya karbohidrat. Kandungan utama singkong yaitu karbohidrat. Semakin tinggi kandungan karbohidrat dalam suatu bahan fermentasi, maka kadar alkohol yang akan dihasilkan juga lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar akohol pada tapai ubi ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam) dan Tapai Singkong (Manihot esculenta Crantz) dengan variasi waktu fermentasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Untuk membuktikan kadar alkohol pada tapai ubi ungu dan tapai singkong dilakukan fermentasi menggunakan ragi sebanyak 120 g dengan variasi waktu yaitu 72, 96, dan 120 jam. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar alkohol ubi ungu berturut-turut sebesar 5,4; 12; dan18% dan kadar tapai singkong berturut-turut sebesar 4,9; 11; dan 17%. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh lama variasi waktu fermentasi pada tapai ubi ungu dan tapai singkong. Data yang diperoleh dianalisis dengan varian (ANOVA) untuk menguji adanya perbedaan kadar (%) akohol tapai ubi ungu dan tapai singkong selama fermentasi dengan perolehan hasil Teat of Normality nilai signifikan sebesar > 0,05 yang menyatakan adanya perbedaan kadar alkohol terhadap variasi waktu fermentasi pada tapai ubi ungu dan tapai singkong.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Osie Listina; Ery Nourika Alfiraza; Arifina Fahamsya; Fitri Lestari
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v16i1.779

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu kondisi yang ditandai ketika seseorang mengalami kenaikan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Evaluasi penggunaan obat bertujuan untuk memastikan penggunaan obat antihipertensi secara rasional,meningkatkan ketetapan dan keamanan penggunaan obat penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi berdasarkan rasionalitas di Indonesia. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jurnal-jurnal yang telah diterbitkan secara nasional. Literatur yang digunakan adalah literatur dari tahun 2016 hingga 2021 yang dapat diakses bentuk full text dalam format PDF. Untuk mendapatkan jurnal tersebut, peneliti menggunakan search engine seperti Google Scholar dan dengan kata kunci: evaluasi; rasionalitas; penggunaan obat antihipertensi; pasien hipertensi. Hasil studi literatur sebanyak 7 jurnal menunjukkanbahwa penggunaan obat antihipertensi di Indonesia yang paling banyak digunakan golongan Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu amlodipin, Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) yaitu captopril, golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) yaitu candesartan dan golongan diuretic loop yaitu furosemide. Pada evaluasi rasionalitas terhadap penggunaan obat antihipertensi di Indonesia sudah sesuai dengan kriteria tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis dari 7 jurnal dengan rentang rasionalitasnya 64,6%- 100%.