Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun dapat berpotensi sebagai wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Penelitian ini mengkaji tentang keberadaan Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang serta mengungkap memory dan cerita yang ada di masyarakat seputar kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan sumber berupa kisah atau cerita yang berkembang di masyarakat, memory kolektif, studi literatur, serta pengamatan potensi wisata di kawasan ini. Hasil penelitian ini diantaranya mendeskripsikan bahwa berdasarkan cerita rakyat yang beredar, kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang ke kawasan pesisir Muara Binuangeun merupakan titik awal masuknya Islam di daerah tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh adanya situs petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang merupakan hasil penelusuran para keturunannya yang berasal dari Cirebon. Penemuan situs di Kampung Kembang Ranjang (salah satu perkampungan di Muara Binuangeun) tersebut melibatkan 40 ulama Cirebon untuk mengungkap keterkaitan situs tersebut dengan Nyi Mas Ratu Subang Larang. Kini, situs tersebut ramai dikunjungi, dan beberapa pihak meyakini situs tersebut merupakan Makam sesungguhnya dari Nyi Mas Ratu Subang Larang. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada pembaca terkait wisata sejarah Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang terdapat di Muara Binuangeun, Lebak-Banten.