Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Estimasi Kedalaman Magnetic Basement di North Queensland, Australia dengan Menggunakan Metode Analisis Spektral Mawadah, Anis; Lepong, Piter; Natalisanto, Adrianus Inu
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v8i1.1468

Abstract

Metode magnetik adalah metode geofisika yang didasarkan pada variasi medan magnet yang disebabkan oleh perbedaan sifat megnetik batuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi kedalaman magnetic basement di North Queensland, Australia, berdasarkan data Intensitas Magnetik Total (TMI) di lokasi penelitian. Data megnetik diproleh dari website Commonwealth of Australia (Geoscience Australia). Penelitian ini menggunakan metode analisis spektral untuk memisahkan anomali magnetik yang dihasilkan oleh sumber yang lebih dalam (anomali regional) dan anomali magnetik yang dihasilkan oleh sumber yang lebih dangkal (anomali residual). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan anomali yang diperoleh dari 5 profil/garis yang mengarah dari Timur ke Barat pada peta lokasi penelitian. Hasil analisis spektral menunjukkan bahwa rata-rata kedalaman anomali regional dan residual masing-masing adalah 36,75 km dan 3,48 km yang menunjukkan kedalaman magnetic basement menjadi lebih dangkal ke arah utara pada lokasi penelitian. Di bagian selatan area penelitian, diperoleh kedalaman 75,51 km. Sedangkan semakin ke utara magnetic basement menjadi lebih dangkal yang diperoleh pada kedalaman 22,96 km. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam memetakan kedalaman basement magnetik di wilayah Gunung Isa, mengingat Gunung Isa merupakan kota tambang yang kaya akan mineral. Oleh karena itu, estimasi kedalaman ruang bawah tanah magnetik akan berguna untuk menentukan batas ruang bawah tanah dan sedimen untuk mengidentifikasi cekungan yang berpotensi mengandung mineral.
Kajian Penggunaan Lahan terhadap Area Kerentanan Banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Maheswari, Carissa Aulia; Khoirunisa, Nanda; Mislan, Mislan; Hamdani, Dadan; Mawadah, Anis
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.1-11

Abstract

Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan berdasarkan Peta Kajian Risiko Bencana (KRB), wilayah ini termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu kawasan yang kerap terdampak adalah Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis karakteristik penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Kajian penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan citra Google Satellite dari SAS Planet dan Landsat 8/9 OLI TIRS dari USGS dengan resolusi 0,5 – 30 meter/pixel. Hasil digitasi citra menunjukkan klasifikasi penggunaan lahan, yaitu: permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%). Hasil pengolahan juga diperkuat dengan analisis Normalized Difference Built-up Index (NDBI) yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah terbangun, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengevaluasi tingkat tutupan vegetasi. Hasil analisis mengidentifikasi bahwa nilai NDBI tinggi terkonsentrasi pada kawasan permukiman padat di sepanjang sungai dan jaringan jalan utama, yang mengindikasikan dominasi lahan terbangun dan minimnya area resapan air. Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai penyerapan alami. Berdasarkan hasil validasi lapangan dan overlay peta KRB Kota Samarinda, mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.