Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Peresepan pada Pasien Geriatri Lestari, Ririn Puji; Mulyani, Evi; Lia Indriana
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Farmasetis: Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i1.3644

Abstract

Menurut Permenkes Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Geriatri adalah pasien Lanjut Usia dengan multipenyakit dan/atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikoligi, sosial ekonomi, dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin. Pasien geriatri merupakan lansia berusia diatas 60 tahun yang mengalami kondisi multi penyakit yang membutuhkan penggunaan beberapa obat secara bersamaaan untuk mengatasi penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien geriatri di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya pada periode Januari – Juni 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini di dapat melalui rekam medis yang dianalisis secara deskriptif dan regresi ordinal kemudian direkap menggunakan LPD (Lembar Pengumpulan Data). Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, jenis kelamin, usia pasien, diagnosa, jumlah diagnosa, peresepan obat dan jumlah obat yang digunakan, jenis dan golongan obat yang digunakan serta bentuk sediaan yang digunakan. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berusia 60 – 79 tahun (73,02%) dan di dominasi oleh pasien perempuan (53,97%). Antiulkus atau antitukak merupakan penggunaan obat berdasarkan kelas terapi yang paling banyak diresepkan pada pasien geriatri sebanyak (16,10%), diikuti dengan suplemen atau multivitamin sebanyak (12,39%) dan cairan rehidrasi sebanyak (11,65%). Golongan terbanyak elektrolit dan mineral (10,76%), diikuti dengan vitamin (9,72%), dan proton pump inhibitor (8,68%). Dalam penelitian ini penggunaan obat berdasarkan jenis sediaan yang paling banyak diresepkan untuk pasien geriatri adalah injeksi dengan persentase sebanyak (43,62%) diikuti oleh bentuk sediaan tablet (25,96%) pada pasien rawat inap. Berdasarkan dengan hasil diagnosis, sebanyak 63 pasien setelah dianalisis ada 5 pasien yang memiliki 1 diagnosis (7,94%), 17 pasien yang memiliki 2 diagnosis (26,98%) , dan 41 pasien yang memiliki lebih dari 3 diagnosis (65,08%) dengan jenis obat generik (74,11%) dan non generik (25,89%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peresepan obat berdasarkan jumlah diagnosa yang sesuai dengan Permenkes Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Geriatri.  
IDENTIFIKASI POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DI RUMAH SAKIT ISLAM PKU MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA Vendry Vendry Vendry
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.8342

Abstract

Populasi lanjut usia (lansia) meningkat secara global, dengan prevalensi kondisi multi-morbiditas yang memengaruhi pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi polifarmasi pada pasien geriatri di Poliklinik Penyakit Dalam RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari e-rekam medis pasien geriatri periode Juni–Desember 2024. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, diagnosis, dan jumlah obat yang diberikan. Hasil menunjukkan 63 pasien geriatri, terdiri dari 29 laki-laki dan 34 perempuan, semuanya memenuhi kriteria polifarmasi dengan lebih dari 5 jenis obat per resep. Sebanyak 80,95% pasien menerima lebih dari 10 jenis obat selama perawatan. Temuan ini mengindikasikan perlunya manajemen terapi obat yang lebih hati-hati untuk meminimalkan risiko efek samping dan interaksi obat.