Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYAMAIN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI BERBASIS GAME QUISWHIZZER” [ SD NEGERI SIKUMANA 2] Neken, Darni; Nitte, Yulsy M.; Timuneno, Winri; Mone, Venti; Takesan, Nim; Nabut, Tami; Abe, Lidya; Sabakodi, Disto
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 01 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi adalah tindakan kriminal. banyak orang yang melakukan korupsi, yang mana fenomena inilah yang menjadi salah satu keprihatinan di banyak kalangan baik itu dari anak-anak hingga lanjut usia. Tujuan diberikan mata pelajaran Pendidikan anti korupsi ini untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak dini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada anak. Upaya penyelenggaraan program pendidikan anti korupsi ditindaklanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan  (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajar akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan Penyamain nilai-nilai pendidikan anti korupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketika ujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat ke sekolah dan lain lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi di kalangan pelajar, maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi.Pelaksanan kegiatan dilaksanaan sosialisasi di sd negeri sikumana 2 dengan metode pelaksanaan sosialisasi tentang penyamain  nilai-nilai antikorupsi. Penyamaian  nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi on, so they must be introduced to the values ​​of anti-corruption education, starting from small things, examples of daily habits, which can actually become seeds for committing acts that lead to acts of corruption without them realizing it, for example cheating on exams, skipping class. , not submitting assignments on time, coming late to school and so on. To cultivate anti-corruption education among students, good cooperation is needed from all parties, including educators, to become role models for their students by behaving anti-corruption. The activities were carried out in socialization at Sikumana 2 Elementary School using the method of implementing socialization regarding the implementation of anti-corruption values. Sharing anti-corruption values ​​among students is an important thing to do so that students get used to doing the right things without conflicting with anti-corruption values.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BLOOKET BERBASIS WEB TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD GMIT 2 KUANINO Nenohai, Jitro; Nitte, Yulsy Marselina; Bani, Imanuel; Ton, Reymond; Aklili, Abraham; Boikope, Yukobsadi; Sabakodi, Disto
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI JANUARI 2026)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v5i1.1770

Abstract

Abstract. This study examined the effectiveness of Blooket, a web-based gamified learning medium, in improving fifth-grade students’ Civics (PKN) learning outcomes at SD GMIT 2 Kuanino, Kupang City. A quasi-experimental nonequivalent control group design with pretest–posttest was employed. Twenty students participated (experimental group n=10; control group n=10). The intervention was delivered during the Pancasila values unit, using Blooket quizzes in the experimental class, while the control class received conventional instruction. Learning outcomes were measured using a 20-item multiple-choice test. Data were analyzed using assumption tests (Shapiro–Wilk and Levene) followed by hypothesis testing. The experimental group obtained a higher posttest mean (M=79.85) than the control group (M=66.35), indicating a descriptive improvement. However, the hypothesis test did not show a statistically significant difference at α=0.05 (p=0.136). These findings suggest that Blooket can support students’ engagement and may improve learning outcomes, yet its effect was not confirmed statistically in this small-scale study. Further studies with larger samples and longer interventions are recommended. Keywords: Blooket; Gamification; Web-Based Learning Media; Civic Education; Learning Outcomes; Elementary School Abstrak. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Blooket sebagai media pembelajaran gamifikasi berbasis web dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) siswa kelas V di SD GMIT 2 Kuanino, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa (kelompok eksperimen n=10; kelompok kontrol n=10). Perlakuan diberikan pada materi nilai-nilai Pancasila, di mana kelas eksperimen belajar menggunakan kuis Blooket, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil belajar diukur melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 butir. Data dianalisis melalui uji prasyarat (Shapiro–Wilk dan Levene) dan dilanjutkan uji hipotesis. Hasil menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (M=79,85) lebih tinggi daripada kelas kontrol (M=66,35). Namun, uji hipotesis menunjukkan perbedaan tersebut tidak signifikan pada α=0,05 (p=0,136). Temuan ini mengindikasikan Blooket berpotensi meningkatkan keterlibatan belajar dan memberikan peningkatan nilai secara deskriptif, tetapi efektivitasnya belum terkonfirmasi secara statistik pada skala penelitian ini. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang disarankan.. Kata Kunci: Blooket; Gamifikasi; Media Pembelajaran Berbasis Web; PKN; Hasil Belajar; Sekolah Dasar