Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanggulangan Bencana Serta Peningkatan Kapasitas Dan Pengurangan Risiko Bencana Di UPT Puskesmas Sukaramai Kota Medan Alyakin Dachi, Rahmat; Johansen Hutajulu; Otniel Kateren; Mesri Elisabet; Nurhayati Marbun
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana merupakan aspek penting dalam sistem layanan kesehatan, terutama di tingkat fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas. UPT Puskesmas Sukaramai Kota Medan berada di wilayah yang rentan terhadap bencana, seperti banjir dan kebakaran, yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan serta membahayakan tenaga medis dan masyarakat sekitar. Namun, tingkat kesiapan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat masih tergolong rendah. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menghadapi bencana serta mengurangi risiko yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi tenaga medis dan masyarakat, simulasi tanggap darurat, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, serta pengadaan fasilitas dan alat-alat penunjang evakuasi di Puskesmas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, observasi selama simulasi bencana, serta survei kepuasan peserta terhadap program yang dijalankan. Lokasi pengmas ini dilaksanakan di UPT Puskesmas Sukaramai Kota Medan, dan waktu pelaksanaan pada bulan September-November 2024. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan tenaga medis serta masyarakat dalam menghadapi situasi bencana. Simulasi evakuasi juga membantu mengidentifikasi jalur evakuasi yang lebih efektif serta memastikan bahwa peralatan medis darurat tersedia dan dapat digunakan dengan optimal. Program ini diharapkan dapat menjadi model dalam penguatan sistem kesiapsiagaan bencana di tingkat Puskesmas serta mendorong keberlanjutan program mitigasi bencana di lingkungan kesehatan dan masyarakat sekitar.
Pengaruh Promosi Kesehatan Berbasis CERDIK terhadap Perubahan Perilaku Hidup Sehat Pasien Penyakit Jantung Koroner: Studi Kuasi-Eksperimental Nurhayati Marbun; Kesaktian Manurung; Johansen Hutajulu; Agnes Purba; Rahmat Alyakin Dakhi
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1904

Abstract

Background: Coronary heart disease (CHD) remains a major cause of morbidity and mortality, and sustained lifestyle modification is essential for secondary prevention. The Indonesian Ministry of Health promotes CERDIK, a six-component healthy-lifestyle strategy comprising regular health checks, avoidance of cigarette smoke, regular physical activity, a healthy balanced diet, adequate rest, and stress management. Evidence regarding structured CERDIK education among patients with established CHD in hospital outpatient settings remains limited. Objective: This study evaluated the effect of CERDIK-based health promotion on knowledge, attitudes, and healthy lifestyle practices among patients with CHD. Methods: A quasi-experimental two-group pretest-posttest study was conducted in the cardiac outpatient clinic of Murni Teguh Hospital, Medan. Forty patients were recruited by purposive sampling and allocated to an intervention group (n=20) and a control group (n=20). The intervention group received structured CERDIK-based health education for four weeks, whereas the control group received routine education. Outcomes were measured before and after the intervention using questionnaires assessing knowledge, attitudes, and practices. Change scores were compared between groups using the Mann-Whitney U test. Results: After the intervention, 85% of participants in the intervention group had good knowledge, 85% had positive attitudes, and 45% had good practices; the corresponding proportions in the control group were 0%, 0%, and 10%, respectively. Mean change scores were substantially greater in the intervention group than in the control group for knowledge (25.75 vs 2.95), attitudes (27.30 vs 1.85), and practices (23.35 vs 1.85). Between-group differences were statistically significant for all outcomes (all p<0.001). Conclusion: Structured CERDIK-based health promotion significantly improved short-term knowledge, attitudes, and healthy lifestyle practices among patients with CHD. The intervention may be incorporated into outpatient secondary-prevention education, although larger randomized studies with longer follow-up are needed to assess sustained behavioral effects.