Penerapan mental dan karakter dalam latihan silat di Kelatnas Perisai Diri dilakukan melalui berbagai metode. Termasuk disiplin latihan, pembinaan etika, dan pembiasaan nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Anggota diwajibkan mengikuti latihan secara rutin mencakup pemanasan, teknik dasar, sparing untuk menguji ketahanan fisik dan mental. Nilai moral seperti kesabaran, kejujuran, dan saling menghormati menjadi fokus utama dalam sesi latihan. Anggota telah lama berlatih memiliki karakter yang disiplin, percaya diri, dan mampu mengendalikan emosi dengan baik dibandingkan anggota baru. Latihan terstruktur dan berkelanjutan terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter pesilat. Beberapa tantangan dihadapi, kurangnya konsistensi dalam latihan serta pengaruh lingkungan luar kurang mendukung perkembangan mental dan karakter anggota. Â Anggota Perisai Diri menyatakan latihan silat membantu meningkatkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Merasakan peningkatan dalam kemampuan mengendalikan emosi. Menegaskan latihan silat Perisai Diri tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi memberikan pengaruh signifikan terhadap aspek psikologis dan emosional anggota. Metode latihan diterapkan di Kelatnas Perisai Diri mengandung unsur pendidikan karakter yang kuat. Pelatih tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi menanamkan nilai moral melalui contoh nyata kehidupan sehari-hari. Anggota aktif dalam latihan menunjukkan kemampuan berpikir lebih statis dan strategis dalam pengambilan keputusan saat bertanding. Kelatnas Perisai Diri tidak hanya membentuk fisik kuat, tetapi melatih pola piker yang analitis dan adaptif terhadap berbagai situasi.