Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nature-Connection: Analisis Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Elemen Biophilic Architecture pada Rumah Tinggal Permana, I Made Dwi; Prihartini, I Gusti Ayu Agung Manik; Kuncoro, Denok Estu; Defiana, Ima
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 24 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v24i1.9138

Abstract

Masifnya pembangunan di bidang arsitektur menyebabkan berkurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau, baik di lingkup perkotaan maupun rumah tinggal. Minimnya ruang terbuka hijau dapat berdampak buruk pada lingkungan alam dan kesejahteraan manusia, dimana hubungan kedua aspek tersebut semakin terpisah. Biophilic architecture menjadi sebuah pendekatan desain arsitektur yang mampu menghubungkan antara lingkungan alam dan manusia, khususnya dalam lingkup rumah tinggal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis elemen biophilic architecture dan memberikan usulan desain untuk penerapan ruang terbuka hijau sebagai bentuk nature connection pada hunian rumah tinggal. Terdapat tiga rumah tinggal yang dijadikan objek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer meliputi observasi, sketsa, foto dokumentasi dan data sekunder meliputi studi literatur tentang biophilic architecture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga studi kasus telah menunjukkan karakteristik dari biophilic architecture dan usulan desain terkait kekurangan yang ada pada aspek ruang terbuka hijau pada pekarangan masing-masing rumah. --------------------------------------------------------------------------------------------The massive development in the field of architecture has reduced the availability of green open spaces, both in urban and residential areas. The lack of green open space causes a negative impact on aspects of the natural environment and human welfare, where the connection of that aspects are increasingly separated. Biophilic architecture is an architectural design approach that is able to connect between the natural and human environment, especially in the housing sphere. This study aims to analyze aspects of biophilic architecture and provide design suggestions for the application of green open spaces as a form of natural connection to residential homes. There are three residential houses that are used as research objects. The research method used is a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out by collecting primary data in the form of observations, sketches, photo documentation and secondary data in the form of literature studies on biophilic architecture. The results of the research show that the three case studies have shown biophilic architectural characteristics and design proposals related to the deficiencies that exist in the aspect of green open space in the yard of each house.
TRANSFORMATION OF FORM, FUNCTION, AND MEANING SACRED SPACE OF GEDHONG JENE KRATON YOGYAKARTA Kuncoro, Denok Estu; Setijanti, Purwanita; Novianto, Didit
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The fusion of cultural and social accumulations is capable of creating architectural works with specific functions and meanings. In Indonesia, Kraton Yogyakarta, which continues to uphold its role as a traditional palace. However, the transition from an absolute monarchy to a republic, has led the transformation in form, functions, and meanings of spaces in the kraton. Spaces previously used by the king now serve different functions, sacred spaces are repurposed for more general purposes. Gedhong Jene, one of these spaces, responds to these changes, evidencing an adaptation from a space exclusively for the king to a more inclusive functionThis research aims to conduct an analysis of the transformation of Gedhong Jene as a reflection of the dynamic political and socio-cultural developments within the Kraton Yogyakarta. Used qualitative approaches, the study will explore the change in function and meaning of Gedhong Jene's space, considering both its architectural and non-architectural elements. Data gathered from observations, interviews, and archival documents will be analyzed using descriptive criticism.The research findings revealed significant changes in Gedhong Jene, particularly in its static and dynamic aspects. However, the building exhibited more complex functionality following these alterations. Keyword: Transformation of Sacred Space, Gedhong Jene, Kraton YogyakartaAbstrak: Perpaduan akumulasi budaya dan sosial mampu menghasilkan karya arsitektur yang memiliki fungsi dan makna tertentu. Di Indonesia, salah satunya adalah Kraton Yogyakarta yang hingga saat ini masih memegang peranannya sebagai kerajaan tradisional. Namun, seiring adanya perubahan sistem pemerintahan absolut ke sistem republik, hal ini berdampak pada perubahan bentuk dan pergeseran fungsi dan makna ruang di dalam kraton. Ruang-ruang yang sebelumnya digunakan hanya untuk keperluan raja kini memiliki fungsi yang berbeda, ruang-ruang yang dianggap sakral difungsikan untuk tujuan yang lebih umum. Gedhong Jene, salah satu ruang yang merespons perubahan tersebut. Bangunan ini menjadi bukti adanya adaptasi dari ruang sakral yang hanya digunakan untuk raja menjadi lebih inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap perubahan ruang Gedhong Jene sebagai cerminan dari perkembangan dinamika politik dan sosial budaya yang terjadi di Kraton Yogyakarta. Penelitian kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi perubahan bentuk, fungsi, dan makna ruang Gedhong Jene dilihat dari elemen-elemen arsitektur maupun non-arsitekturnya. Data didapatkan dari observasi, wawancara, serta penggunaan dokumen arsip kraton yang nantinya akan dianalisis menggunakan descriptive criticism. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada Gedhong Jene, terutama dalam aspek statis dan dinamisnya. Namun, bangunan menunjukkan fungsionalitas yang lebih kompleks setelah adanya perubahan.Kata Kunci: Transformasi Ruang Sakral, Gedhong Jene, Kraton Yogyakarta