Proyek-proyek pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung area pelabuhan, melibatkan banyak tenaga kerja dan risiko yang tinggi. Maka dari itu perlu untuk mengetahui berapa tingkat persentase implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di Pelabuhan Sunda Kelapa, serta bagaimana implementasi SMKK pada Proyek Pembangunan Buffer Area Di Pelabuhan Sunda Kelapa. Implementasi SMKK diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dalam pekerjaan dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan. Kuesioner dirancang untuk menghasilkan data kuantitatif yang dapat diukur secara objektif dan dianalisis secara statistik. Penggunaan skala penilaian dalam kuesioner diambil dari lampiran form terhadap penerapan SMKK pada pelaksanaan konstruksi, yang memungkinkan responden menilai pernyataan pada skala yang berurutan dan menghasilkan data yang dapat diinterpretasikan secara statistik tanpa membuat perbandingan dengan variabel lain. Menurut Klasifikasi Tingkat Penerapan SMKK, proyek Pembangunan Buffer Area di Pelabuhan Sunda Kelapa dikategorikan sebagai "Memuaskan". Implementasi yang memuaskan ini mencerminkan komitmen proyek terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi, meskipun masih ada aspek yang perlu di tingkatkan agar mencapai tingkat penerapan yang lebih optimal. Secara keseluruhan, hasil ini memperkuat kesimpulan bahwa proyek ini telah dikelola dengan baik, dan semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat terhadap penerapan SMKK. Ini merupakan indikasi positif bagi keberhasilan proyek dan keselamatan pekerja yang terlibat di dalamnya.