Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar melalui Pendekatan Etnomatematika pada Vihara Avalokitesvara untuk Meningkatkan Penanaman Karakter Toleransi pada Siswa SD Fetty Nuritasari; Sri Indriati Hasanah; Sri Harini; Bambang Kurnadi; Anni Herawati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4553

Abstract

Rendahnya relevansi bahan ajar matematika dengan konteks budaya lokal dan melemahnya karakter toleransi pada peserta didik merupakan dua persoalan mendesak dalam dunia pendidikan dasar di Indonesia. Bahan ajar yang digunakan selama ini cenderung bersifat umum dan terlepas dari lingkungan budaya siswa, sehingga pembelajaran matematika terasa abstrak dan tidak bermakna. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk mengembangkan bahan ajar yang mampu mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan nilai-nilai toleransi secara kontekstual dan bermakna melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berbasis pendekatan etnomatematika pada Vihara Avalokitesvara yang valid dan praktis untuk meningkatkan penanaman karakter toleransi pada siswa Sekolah Dasar (SD). Keunikan penelitian ini dibandingkan penelitian sebelumnya terletak pada penggunaan Vihara Avalokitesvara tempat ibadah umat Buddha sebagai konteks utama pembelajaran matematika di sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam. Subjek penelitian adalah satu orang guru dan siswa kelas 4 SDN Polagan 1 Galis, Pamekasan. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model 4-D (Four D model) dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan: penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan (develop). Produk yang dihasilkan berupa RPP, buku siswa, dan lembar kerja siswa. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan rata-rata validasi ahli sebesar 88,5% serta memenuhi kriteria praktis dengan persentase kepraktisan 93,75% dari guru dan 89,06% dari siswa, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika berbasis budaya lokal di Sekolah Dasar.