Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Keleyan Bangkalan, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistik. Penelitian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2024. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SLB Negeri Keleyan terdapat 40 siswa anak berkebutuhan khusus, terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan autis. Kendala yang dihadapi meliputi kesulitan dalam asesmen oleh guru, kurangnya kesabaran guru dalam mengajar, serta adaptasi siswa terhadap lingkungan sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pengetahuan dan pelatihan guru, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta melakukan terapi bagi siswa. Penelitian juga menekankan pentingnya kerjasama antara guru dan orang tua untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi anak berkebutuhan khusus