Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MISINFORMASI PADA FENOMENA PEMBELIAN GENERASI Z DI TOKOPEDIA Andra Adriansyah, Okky; Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.978-987

Abstract

Informasi yang beragam ketika melakukan pembelian pada marketplace online, mengantarkan generasi z dalam tantangan ketika dihadapkan pada keputusan pembelian. Tokopedia merupakan salah satu marketplace online pilihan generasi z ketika melakukan pembelian secara online. Fitur dalam Tokopedia dapat memudahkan penggunanya dalam melakukan seleksi informasi, seperti tampilan gambar produk dan ulasan. Sumber informasi utama generasi z ketika melakukan pembelanjaan di Tokopedia ialah fitur pada ulasan. Informasi yang terdapat pada ulasan menjadi tolak ukur generasi z dalam mencari informasi dan memilih toko terpercaya. Di sisi lain terdapat faktor-faktor seperti budaya, sosial, pribadi, dan psikologis yang mempengaruhi generasi z ketika melakukan belanja online.Informasi pada ulasan dan tampilan gambar dapat dimanipulasi oleh pemilik toko yang dapat menjadikan generasi z mengalami ketidakpuasan ketika melakukan belanja pada marktplace online. Ketidakpuasan tersebut dapat menjadikan generasi z hilang kepercayaan baik terhadap merek maupun toko yang telah dipilih sebelumnya ketika berbelanja online. Peningkatan literasi media, pengecekan ulang fakta, serta peran platform digital dalam mendeteksi dan mengurangi penyebaran informasi yang tidak sesuai dapat menjadi solusi bagi generasi z ketika berbelanja online.
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KASUS PEMECATAN GURU DI CIREBON USAI KRITIK POSTINGAN INSTAGRAM RIDWAN KAMIL PADA PORTAL BERITA ONLINE DETIK.COM DAN KUMPARAN.COM Nur Faizi, Fandi; Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.295-302

Abstract

Berita adalah laporan mengenai fakta atau pendapat yang penting dan menarik atau penting untuk sebagian besar masyarakat. Banyak sekali pemberitaan yang terjadi setiap harinya dan juga banyak kejadian-kejadian penting untuk diberitakan, berita tidak hanya dimuat dalam media konvensional saja seperti koran dan majalah tetapi mulai beralih ke new media atau media baru yaitu internet. Sumber pemberitaan pada era sekarang dapat dilihat dimana saja termasuk juga media sosial seperti instagram, para penjabat pemerintah di indonesia mulai membuat akun media sosial sendiri dengan tujuan mendekatkan diri dengan masyarakat dan mengetahui komentar-komentar dari masyarakat. Dalam pemberitaan tidak luput dengan kepentingan seseorang atau kelompok, framing atau pembingkaian sering dilakukan oleh media online di Indonesia yang bertujuan untuk menguntungkan salah satu pihak. Penelitian ini bertujan untuk melihat bagaimana media online khususnya Detik.com dan Kumparan.com dalam membingkai sebuah berita yaitu mengenai pemecatan Muhammad Sabil usai mengkritik Ridwan Kamil di postingan instagramnya. Penelitian ini menggunakan teori framing Robert N Entman dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data menggunakan menggunakan metode dokumentasi yaitu mengumpulkan artikel berita dari Detik.com dan Kumparan.com dan dianalisis menggunakan analisis framing Robert N Entman. Hasil dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan dalam pembingkaian yang dilakukan oleh Detik.com dan Kumparan yaitu pengambilan sudut pandang dan fokus dalam berita, dalam detik.com mengambil fokus dalam Muhammad Sabil dan Kumparan.com dokus mengenai Ridwan Kamil.
MISINFORMASI PADA FENOMENA PEMBELIAN GENERASI Z DI TOKOPEDIA Andra Adriansyah, Okky; Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.978-987

Abstract

Informasi yang beragam ketika melakukan pembelian pada marketplace online, mengantarkan generasi z dalam tantangan ketika dihadapkan pada keputusan pembelian. Tokopedia merupakan salah satu marketplace online pilihan generasi z ketika melakukan pembelian secara online. Fitur dalam Tokopedia dapat memudahkan penggunanya dalam melakukan seleksi informasi, seperti tampilan gambar produk dan ulasan. Sumber informasi utama generasi z ketika melakukan pembelanjaan di Tokopedia ialah fitur pada ulasan. Informasi yang terdapat pada ulasan menjadi tolak ukur generasi z dalam mencari informasi dan memilih toko terpercaya. Di sisi lain terdapat faktor-faktor seperti budaya, sosial, pribadi, dan psikologis yang mempengaruhi generasi z ketika melakukan belanja online.Informasi pada ulasan dan tampilan gambar dapat dimanipulasi oleh pemilik toko yang dapat menjadikan generasi z mengalami ketidakpuasan ketika melakukan belanja pada marktplace online. Ketidakpuasan tersebut dapat menjadikan generasi z hilang kepercayaan baik terhadap merek maupun toko yang telah dipilih sebelumnya ketika berbelanja online. Peningkatan literasi media, pengecekan ulang fakta, serta peran platform digital dalam mendeteksi dan mengurangi penyebaran informasi yang tidak sesuai dapat menjadi solusi bagi generasi z ketika berbelanja online.
PENERIMAAN PEKERJA FILM DI SURABAYA TERHADAP SOCIAL JUSTICE TERKAIT KASUS KEKERASAN DALAM LINGKUNGAN KERJA Wynona Talitha Matakupan, Amanda; Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.916-920

Abstract

Kekerasan dalam Lingkungan Kerja masih sering terjadi di industri perfilman Indonesia, namun minimnya perlindungan membuat para pekerja tidak tahu harus berbuat apa ketika mengalami tindak kekerasan, hingga akhirnya cerita-cerita tersebut hanya menjadi konsumsi internal pelaku film. Pada 31 Agustus 2022, instastory milik akun @juandini menjadi viral di sosial media setelah ia melakukan tindakan social justice dengan menceritakan kejadian kekerasan dalam lingkungan kerja yang menimpa salah satu teman satu timnya. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti berusaha mendeskripsikan penerimaan pekerja film di Surabaya terhadap tindakan social justice yang dilakukan oleh pemilik akun @juandini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori analisis resepsi milik Stuart Hall untuk mengungkapkan penerimaan pekerja film di Surabaya dan membaginya menjadi tiga kategori (dominant-hegemonic, negotiated, oppositional). Data didapatkan dengan metode in-depth interview kepada 6 informan yang merupakan pekerja film di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penerimaan dari para pekerja film terhadap tindakan social justice tersebut, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang maupun jam terbang dalam industri film dari para informan.
REPRESENTASI KEBAPAKAN PADA TOKOH AYAH DIFABILITAS DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO 7 VERSI REMAKE INDONESIA Andrianto, Eryko; Nurrachmi Febriyanti, Syafrida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2220-2225

Abstract

Film Merupakan bagian dari komunikasi media massa yang memiliki sifat audio-visual serta memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan sosial atau moral tertentu kepada penontonnya. Karena pada dasarnya film selalu mengabadikan realitas yang tumbuh serta berkembang didalam suatu masyarakat sehingga film memproyeksikannya kedalam sebuah layar lebar. Dalam suatu film tentunya banyak sekali yang mengkonstruksikan realitas dalam kehidupan sosial masyarakat. salah satunya adalah film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia, film yang mengangkat tentang isu sosial pada masyarakat dengan terdapat unsur new maskulinitas atau bisa dikatakan sebagai fatherhood. Oleh karena itu film ini menjadi menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kebapakan pada tokoh ayah difabilitas dalam film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika John Fiske dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Yang Dimana nantinya penelitian ini mengamati scene-scene dari tokoh ayah difabilitas yang menggambarkan sikap fatherhood. Hasil penelitian, secara umum film tersebut merepresentasikan sosok ayah yang ideal menurut teori fatherhood Nicholas towsend meskipun kondisi ayah dalam film tersebut digambarkan memiliki keterbatasan dalam hal mental. Berdasarkan hal tersebut peneliti juga menganalisis bahwa film ini secara tidak langsung menolak akan konstruksi budaya patriarki yang Dimana tugas pengasuhan anak hanya menjadi kewajiban Perempuan atau seorang ibu.