Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Islamic Education During the Abbasid Dynasty and the Development of Modern Islamic Education Siti Soleha; Lina Pusvisasari
Maklumat: Journal of Da'wah and Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/maklumat.v2i1.10

Abstract

Education is a teaching and learning process that involves interaction with the surrounding environment. Islamic educational institutions strive to increase students' faith, understanding, appreciation and experience of the Islamic religion, so that they become individuals who believe and are devout in their personal, social, national and state lives. Islamic education has developed since the time of Rasulullah SAW., Khulafaur Rashidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, and continues to develop until now. The progress of Islamic education was especially visible during the Abbasid dynasty. This article aims to discuss the concept of Islamic education during the Abbasid Dynasty and the development of modern Islam. The research method used is descriptive qualitative, with sources of information from various print and online media regarding this topic. The research results show that Islamic educational institutions during the Abbasid Dynasty can be categorized into three types. First, informal educational institutions such as the ulama's homes. Second, non-formal educational institutions such as kutabs, mosques, bookstores and libraries. Third, formal educational institutions such as madrasas. The many types of educational institutions are in accordance with Islamic teachings which require studying as a form of worship, so that places of study are not limited to just one location.
The Simplicity of the Prophet Muhammad: A Solution to the Current Materialism Crisis Endang Nur Fitriani; Lina Pusvisasari; Siti Mursalina; Syifa Alawiyah
Al-Iffah: Journal of Islamic Sciences Research Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/iffah.v1i3.10

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of today's consumerist lifestyle that is contrary to the simplicity of life of the Prophet Muhammad. The occurrence of consumerism is caused by technological advances and the spread of the culture of hedonism. This action proves that humans have not been able to fully realize the mandate and responsibility ordered in the Koran and Hadith. Rasulullah SAW has taught Muslims to live simply. The purpose of this paper is to compare the life of consumerism with the simplicity of life of the Prophet Muhammad. The research method used is the literature study method. In this approach, researchers collect, analyze, and discuss information from various existing sources to formulate conclusions or new views.
Muslim Thoughts in Facing Globalization in Contemporary Times Muhammad Adhil Fatih Nasrullah; Lina Pusvisasari
Al-Abqori: Journal of Islamic Thought Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/abqori.v1i2.10

Abstract

This research focuses on the history of Islam in the contemporary era, especially on the role of Islam in world civilization, both regarding ethics and aesthetics. Islamic globalization is a phenomenon that describes how Islam interacts and adapts to the globalization process which involves the movement of ideas, people and culture in a global context. This process has had a significant impact on the development of Islamic thought, where globalization has triggered the emergence of various Islamic movements, such as modernist, fundamentalist revivalist and transformative Islam. Where each movement responds in a different way to the globalization process. For example, the modernist movement tends to be open to change and innovation by emphasizing rationalism, reform and tolerance. Meanwhile, fundamentalist revivalists tend to be reactive and want to maintain tradition. Meanwhile, transformative Islam tries to find a middle way by combining traditional and modern values, so that Islam can become a relevant and relevant religion for humanity in the future. The author uses a qualitative approach from relevant sources.  
Analisis Kesesuaian Praktik Bagi Hasil Pertanian di Kampung Babakan Nagrak dengan Prinsip-Prinsip Hukum Islam Lina Pusvisasari; Nia Sobandi; Rayi Nurazizah; Latifatul Zahra
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ydthtn15

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana praktik pertanian di Kampung Babakan Nagrak dipahami dan digunakan dalam kaitannya dengan hukum Islam. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen terkait dengan cara kerja sama antara pemilik lahan dan penggarap digunakan dalam studi kasus ini, yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil pada umumnya mencerminkan nilai-nilai syariah, terutama dalam hal kesukarelaan, kejelasan akad, dan pembagian peran yang adil. Tetapi sistem pencatatan dan penentuan proporsi hasil masih memerlukan perbaikan untuk lebih sesuai dengan ketentuan fikih muamalah. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana prinsip-prinsip Islam diterapkan dalam sektor pertanian tradisional dan memberikan saran yang dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan kebijakan dan praktik komunitas.
Pengaruh Pemahaman Riba dan Sistem Perbankan Syariah terhadap Minat Menabung Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa STAI Al-Azhary Prodi Hukum Keluarga Islam Angkatan 2023-2025) Lina Pusvisasari; Kayla Nurul Azkiyya; Ai Annisa; Siti Asifa Nuragnia
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/x3p5e998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman riba dan sistem perbankan syariah terhadap minat menabung mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat menabung di kalangan mahasiswa meskipun pemahaman mengenai larangan riba dan keberadaan layanan perbankan syariah telah semakin berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan melibatkan 40 responden mahasiswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh item pernyataan dinyatakan valid, sementara reliabilitas variabel berada pada kategori cukup hingga baik, dengan nilai Cronbach’s Alpha berkisar antara 0,451 hingga 0,693.
Pengaturan Regulasi dan Fatwa terhadap Praktik PayLater: Evaluasi Perbandingan antara Fatwa DSN-MUI dan Praktik di Lapangan (Studi pada Platform PayLater di Indonesia) Lina Pusvisasari; Orina Pujastuti; Siti Nuralika Khilwani; Syahla Fauziyah
Indonesia Economic Journal Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7sg5s157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan layanan PayLater di kalangan masyarakat serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan syariah berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/11/2018 dan Fatwa MUI Jawa Timur Tahun 2022 tentang transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form, serta studi kepustakaan. Jjumlah responden sebanyak 10 orang yang pernah menggunakan layanan PayLater. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden menggunakan PayLater hanya sesekali dan menyadari adnya biaya tambahan atau bunga dalam layanan tersebut. Selain itu, pemahaman responden terhadap Fatwa DSN-MUI masih beragam, meskipun seluruh responden sepakat bahwa transaksi keuangan harus bebas dari unsur riba. Berdasarkan analisis, praktik PayLater konvesional yang digunakan responden belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah, khususnya terkait keberadaan bunga dan potensi riba dalam akad pembiayaan. Penelitian ini menegaskan perlunnya edukasi.