Hermawati, Siska
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of BPJS Based National Health Insurance Program Financing For Sectio Caesarea Birth In Indonesia Ewi, Yulidar; Hermawati, Siska; Puspitaloka Mahadewi, Erlina
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 1 (2025): February 2025 (Indonesia - Turkey - Malaysia - Australia - Iran)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i1.395

Abstract

The study focused on the purpose of finding out about caesarean section delivery is the last alternative to save the mother and fetus when normal delivery is not possible. The increase in caesarean sections worldwide has become a major public health problem, so there needs to be supervision to reduce the number of caesarean sections that are considered unnecessary, one of which is through the classification. The existence of health insurance for the Indonesian people, including BPJS which covers the cost of caesarean operations, allows for an increase in the incidence of caesarean sections. The purpose of the study was to analyze the financing status of the BPJS based National Health Insurance (JKN) program for caesarean section deliveries. This study used quantitative research with a cross sectional, the research sample was mothers who gave birth by caesarean section who used the BPJS National Health Insurance (JKN). This study discusses reporting for one year in 2023, participants who used BPJS national health insurance for caesarean section deliveries were 1117 participants. With the income of BPJS caesarean section services with hospital rates in UHC (Universal Health Care) 2019, will be implemented, while BPJS health according to Indonesia Law number 24 of 2011 is appointed by the government as a health insurance management agency. Data results show that the incidence of caesarean section using National Health Insurance (JKN) is still very high in hospitals. The management of hospitals needs to calculate service costs using unit costs so as not to experience a deficit and anticipate future management.
Faktor-faktor yang berhubungan kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap Hermawati, Siska; Trigono, Ahdun; Ulfa, Laila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1871

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis