Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai alat komunikasi antarprofesi, dasar pengambilan keputusan klinis, dan bukti legal. Namun, masalah ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih sering dijumpai di rumah sakit, termasuk di ruang rawat inap. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang, serta mengidentifikasi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah tenaga kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) di ruang rawat inap, dengan sampel 109 responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Penelitian menunjukkan 65,1% rekam medis dinyatakan lengkap, sedangkan 34,9% tidak lengkap. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kelengkapan pengisian rekam medis adalah pengetahuan (p=0,002), beban kerja (p=0,014), dan lama kerja (p=0,031). Analisis regresi logistik menunjukkan pengetahuan sebagai faktor dominan dengan OR=6,21 (95% CI: 2,03–18,94). Kelengkapan pengisian rekam medis tenaga kesehatan di ruang rawat inap masih belum optimal. Pengetahuan, beban kerja, dan lama kerja berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan. Rumah sakit perlu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan rutin, mengatur beban kerja secara proporsional, serta memperkuat supervisi untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis