Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GANGGUAN EMOSI PADA ANAK ADOPSI WEDASTRA, I MADE; ARDANI, I GUSTI AYU INDAH; PRAMAYANTI, NI NYOMAN TRI
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.161

Abstract

Adopsi merupakan pengangkatan seorang anak yang diperlakukan sebagai anak kandung atau anak sendiri sehingga anak angkat mempunyai hak dan kedudukan yang sama seperti anak kandung. Praktik adopsi sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, digunakan sebagai suatu cara untuk tetap mempertahankan garis keturunan, budaya dan agama serta dapat memberikan perawatan dan perlindungan pada anak yang tidak memilki orang tua biologis. Proses adopsi bukanlah solusi yang mudah dan sederhana, dibutuhkan kesiapan dari orang tua calon anak adopsi memahami tantangan dan tanggung jawab yang terkait perkembangan emosional dan sosial anak, serta membantu mengatasi potensi gangguan emosi yang mungkin terjadi. Perubahan dalam pengasuhan dan pola asuh sebelumnya dapat mempengaruhi perkembangan emosi dan psikologis anak adopsi. Proses adaptasi ini dapat menimbulkan stres dan tantangan bagi anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan identitas, kepercayaan diri, serta hubungan sosialnya. Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak adopsi memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional dan perilaku dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami adopsi. Beberapa gangguan mental yang telah dikaitkan dengan anak adopsi termasuk ADHD, gangguan perilaku, cemas perpisahan, cemas fobik/sosial, sibling rivalry hingga gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia.
PSYCHOLOGICAL MANIFESTATIONS IN CHILDREN WITH NEPHROGENIC DIABETES INSIPIDUS AND SEVERE MALNUTRITION: BORDERLINE INTELLECTUAL FUNCTIONING, BULLYING, LOW SELF-ESTEEM, AND DEPRESSIVE SYMPTOMS Pramayanti, Ni Nyoman Tri; Ardani, I Gusti Ayu Indah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9670

Abstract

ABSTRACT Nephrogenic Diabetes Insipidus (NDI) is a rare metabolic disorder caused by the kidneys’ inability to respond to antidiuretic hormone, resulting in polyuria, polydipsia, and recurrent dehydration, which affect nutritional status and child growth. This condition becomes more complex when accompanied by severe protein energy malnutrition (PEM) of the marasmus type and stunting, which may lead to cognitive and psychosocial impairments. This study aims to examine the relationship between chronic medical conditions, malnutrition, and psychological disorders in adolescents with NDI. The method used is a case report through anamnesis, physical examination, nutritional status evaluation, and psychometric assessments. The subject is a 15-year-old male adolescent with a history of NDI and severe malnutrition. The results show an IQ score of 83, indicating Borderline Intellectual Functioning (BIF), a high score on the Olweus Bullying Questionnaire (≥3) indicating victimization, a Rosenberg Self-Esteem Scale score of 24 indicating low self-esteem, and a Child Depression Inventory score of 26 indicating depressive symptoms. The patient also experienced emotional symptoms such as irritability, anxiety, and social withdrawal. These findings indicate that the combination of chronic illness and malnutrition increases the risk of psychosocial disorders through internal factors (cognitive dysfunction) and external factors (bullying and stigma). It is concluded that a multidisciplinary approach including medical management, nutritional rehabilitation, psychological support, and family and school education is essential to improve quality of life and prevent long-term consequences. ABSTRAK Nephrogenic Diabetes Insipidus (NDI) merupakan gangguan metabolisme langka akibat ketidakmampuan ginjal merespons hormon antidiuretik yang menyebabkan poliuria, polidipsia, dan dehidrasi berulang, serta berdampak pada status gizi dan pertumbuhan anak. Kondisi ini menjadi lebih kompleks karena disertai Protein Energy Malnutrition (PEM) tipe marasmus dan stunting yang berpotensi menimbulkan gangguan kognitif dan psikososial. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara kondisi medis kronis, malnutrisi, dan gangguan psikologis pada remaja dengan NDI. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, evaluasi status gizi, dan asesmen psikometrik. Subjek adalah remaja laki-laki usia 15 tahun dengan riwayat NDI dan malnutrisi berat. Hasil menunjukkan skor IQ 83 yang mengindikasikan Borderline Intellectual Functioning (BIF), skor Olweus Bullying Questionnaire (OBQ) (≥3) sebagai korban perundungan, skor Rosenberg Self-Esteem Scale 24 (harga diri rendah), serta skor Child Depression Inventory 26 yang menunjukkan gejala depresi. Pasien juga mengalami gejala emosional seperti mudah marah, cemas, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi penyakit kronis dan malnutrisi meningkatkan risiko gangguan psikososial melalui faktor internal (disfungsi kognitif) dan eksternal (perundungan dan stigma). Disimpulkan bahwa pendekatan multidisiplin yang meliputi penanganan medis, rehabilitasi nutrisi, dukungan psikologis, serta edukasi keluarga dan sekolah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah dampak jangka panjang.