Ahadiyyah, Hamidah Sa’adatul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam terhadap Larangan Perkawinan Sepersusuan dan Implikasinya dalam Genetika Ahadiyyah, Hamidah Sa’adatul; Setyowati, Ro’fah
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 11 No. 1 (2025): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v11i1.6652

Abstract

Pandangan Islam, perkawinan bukan sekedar perjanjian biasa. Perkawinan adalah akad yang sangat kuat atau perjanjian yang kokoh (mitsaaqaan ghaliizhaan). Perkawinan harus memperhatikan syarat dan rukun agar dapat dikatakan sah menurut hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dasar-dasar hukum yang mendasari larangan tersebut dalam ajaran Islam, serta mengevaluasi alasan-alasan ilmiah dan genetis yang mendukung ketentuan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, di mana fokusnya adalah menganalisis berbagai data sekunder, termasuk peraturan perundang-undangan dan norma-norma positif yang berlaku, khususnya terkait larangan perkawinan antara seseorang dengan saudara sepersusuannya. Berdasarkan hasil kajian penelitian, pernikahan sepersusuan dilarang dalam Islam karena memiliki dampak medis dan genetika. ASI mengandung Micro-RNA (miRNA) yang dapat mempengaruhi sintesis protein dan menciptakan hubungan genetis antara saudara sepersusuan. Islam melarang pria menikahi wanita yang menyusuinya, saudara sepersusuan, serta kerabat dekat sesusuan. Ulama menetapkan hubungan sepersusuan sah jika bayi menerima ASI sebelum usia dua tahun sebanyak 3 hingga 5 kali susuan yang mengenyangkan. Dari segi genetika, perkawinan sepersusuan dapat meningkatkan risiko kecacatan akibat dominasi sifat negatif dalam kode genetik.