This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Febby, Pratama
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN DAN STUDI IN-SILICO TURUNAN TIOUREA SEBAGAI KANDIDAT RADIOFARMAKA 131I-THIOUREA UNTUK KANKER PAYUDARA Ruswanto, Ruswanto; Nur, Rahayuningsih; Febby, Pratama; Ummy, Mardiana
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1920

Abstract

Berdasarkan data terbaru dari Global Cancer Statistics, kanker tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 20 juta kasus baru dan 9,7 juta kematian yang dilaporkan pada tahun 2022. Kanker payudara, sebagai salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi, menekankan pentingnya pengembangan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang inovatif. Radiofarmaka, khususnya yang menggunakan Iodium-131 (¹³¹I), telah menunjukkan potensi besar dalam diagnosis dan terapi kanker. Dalam penelitian ini, senyawa turunan thiourea yang dikenal memiliki potensi farmakologis terhadap kanker payudara, dievaluasi sebagai kandidat radiofarmaka teranostik. Penelitian ini menggunakan metode in-silico untuk mengevaluasi senyawa turunan thiourea yang ditandai dengan ¹³¹I. Molecular docking dilakukan menggunakan AutoDockTools untuk menilai energi ikatan dan interaksi senyawa dengan reseptor HER2 (PDB ID: 3PP0). Senyawa dengan afinitas pengikatan terbaik kemudian dianalisis lebih lanjut menggunakan simulasi dinamika molekul dengan perangkat lunak Desmond untuk mengevaluasi kestabilannya selama 200 ns. Selain itu, profil farmakokinetik dan toksisitas senyawa diprediksi menggunakan platform pkCSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa ¹³¹I-(4-Decylbenzoyl)-3-methylthiourea merupakan kandidat paling potensial dengan nilai afinitas pengikatan (ΔG) sebesar -8,64 kkal/mol. Simulasi dinamika molekul menunjukkan bahwa senyawa ini stabil selama 200 ns. Selain itu, senyawa ini memiliki profil farmakokinetik yang baik dan tidak bersifat toksik, meskipun nilai LogP-nya sedikit melebihi batas yang ditetapkan dalam aturan Lipinski’s Rule of Five. Sebagai kesimpulan, senyawa ¹³¹I-(4-Decylbenzoyl)-3-methylthiourea menunjukkan potensi yang kuat sebagai kandidat radiofarmaka yang stabil dan efektif untuk pengobatan kanker payudara. Meskipun senyawa ini memenuhi sebagian besar kriteria kelayakan obat, validasi eksperimental lebih lanjut dan studi klinis diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Hasil penelitian ini memberikan landasan yang menjanjikan bagi penelitian lanjutan dalam aplikasi radiofarmaka untuk pengobatan kanker.
STUDI IN SILICO SENYAWA BIOAKTIF DALAM BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) SEBAGAI INHIBITOR HMG-COA REDUKTASE Siti, Khodijah; Kayra Putri, Viola; Revania Nazda, Ariqoh; Muhamad Ariq, Musyaffa; Febby, Pratama; Grizelda Pinon, Haryanto; Rina Fajri, Nurwada
Pharmacoscript Vol. 9 No. 1 (2026): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v9i1.2334

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) diketahui memiliki aktivitas sebagai inhibitor enzim HMG-CoA reduktase sehingga berpotensi sebagai agen terapeutik alternatif dalam penanganan hiperkolesterolemia. Meskipun statin efektif sebagai terapi lini pertama, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, seperti hepatotoksisitas dan resistensi insulin. Bawang putih diketahui bisa meminimalkan efek samping sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan untuk mendukung keamanan penggunaan statin. Studi ini mengevaluasi potensi 13 senyawa bioaktif bawang putih sebagai kandidat inhibitor HMG-CoA reduktase melalui pendekatan in silico. Molecular docking menggunakan AutoDock 4.2.6, serta visualisasi interaksi ligan–reseptor dilakukan dengan BIOVIA Discovery Studio. Uji kelayakan farmakokinetik dilakukan melalui prediksi Lipinski’s Rule of Five, analisis ADME-Tox, dan skrining farmakofor. Hasil menunjukkan sebagian besar senyawa memenuhi kriteria Lipinski, memiliki absorbsi tinggi (70–100%) serta toksisitas rendah dengan E/Z-ajoen menunjukkan profil paling aman. S-alil-L-sistein sulfoksida memiliki fitscore tertinggi (35.58) dengan fitur hidrofobik aromatik, donor, dan akseptor ikatan hidrogen. Didapatkan bahwa dialil disulfida dan S-alil-L-sistein sulfoksida memenuhi kriteria farmakokinetik, memiliki energi ikatan cukup rendah yaitu -2.49 kkal/mol dan -3.5 kkal/mol, keduanya tetap potensial karena memiliki profil toksisitas rendah, kecocokan farmakofor yang baik, serta menunjukkan interaksi residu penting, di mana memiliki ikatan hidrogen pada asam amino SER565 serta ikatan pi-alkil pada asam amino LEU562, LEU853, HIS752, dan ALA856 yang cukup sebanding dengan simvastatin dan ligan alami. Studi ini mengindikasikan potensi keduanya sebagai kandidat agen antihiperlipidemia alami.