Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pembelajaran PAI Berbasis Neurosains : Inquiry Learning Reni Dianti Rukmini; Sutarto Sutarto; Dewi Purnama Sari; Aida Rahmi Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.94

Abstract

This research discusses the neuroscience-based PAI learning model with the concept of the inquiry learning model. The aim of this research is to find out how the neuroscience-based PAI learning model uses the concept of the inquiry learning model. This type of research is library research. The data sources used in this research are primary sources and secondary sources. The primary data source in this research is a journal that discusses neuroscience-based PAI learning models and inquiry learning models, while secondary data sources consist of relevant journals and books. The results of the research show that Neuroscience is very appropriate to use in learning. All human potential is based on the brain or mind, therefore, in studying Islamic religious education, it is also necessary to collaborate with Neuroscience, so that the optimization of students' brain potential is achieved, because it is the only science that studies the brain or mind is Neuroscience.
Pendidikan Tasawuf Falsafi sebagai Landasan Etika dalam Pendidikan Islam Reni Dianti Rukmini; Fakhruddin Fakhruddin; Amrullah Amrullah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.100

Abstract

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. Tasawuf memiliki relevansi dengan problema manusia modern masa kini, tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari’ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai petunjuk tingkah laku seseorang melalui pendekatan tasawuf akhlaki, dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan tasawuf dalam pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi riset kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya Pendidikan Islam adalah tujuan al-Qurán itu sendiri, yaitu bersama-sama membina manusia agar mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Implikasi tasawuf ke dalam pendidikan Islam dalah dengan cara mempelajari ajaran-ajaran tasawuf falsafi secara menyeluruh dari salah satu tokoh yang dijelaskan.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Neurosains : Inquiry Learning Reni Dianti Rukmini; Sutarto Sutarto; Dewi Purnama Sari; Aida Rahmi Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.94

Abstract

This research discusses the neuroscience-based PAI learning model with the concept of the inquiry learning model. The aim of this research is to find out how the neuroscience-based PAI learning model uses the concept of the inquiry learning model. This type of research is library research. The data sources used in this research are primary sources and secondary sources. The primary data source in this research is a journal that discusses neuroscience-based PAI learning models and inquiry learning models, while secondary data sources consist of relevant journals and books. The results of the research show that Neuroscience is very appropriate to use in learning. All human potential is based on the brain or mind, therefore, in studying Islamic religious education, it is also necessary to collaborate with Neuroscience, so that the optimization of students' brain potential is achieved, because it is the only science that studies the brain or mind is Neuroscience.
Pendidikan Tasawuf Falsafi sebagai Landasan Etika dalam Pendidikan Islam Reni Dianti Rukmini; Fakhruddin Fakhruddin; Amrullah Amrullah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijim.v2i4.100

Abstract

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. Tasawuf memiliki relevansi dengan problema manusia modern masa kini, tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari’ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai petunjuk tingkah laku seseorang melalui pendekatan tasawuf akhlaki, dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan tasawuf dalam pendidikan islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi riset kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya Pendidikan Islam adalah tujuan al-Qurán itu sendiri, yaitu bersama-sama membina manusia agar mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Implikasi tasawuf ke dalam pendidikan Islam dalah dengan cara mempelajari ajaran-ajaran tasawuf falsafi secara menyeluruh dari salah satu tokoh yang dijelaskan.