Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparative Study of Professional Competence of Indonesian and Thailand Teachers Shokhibul Mighfar; Dilfam Aldisya Ervani; Nazilatul Faizah; Anavee Khoona; Ainun Nisa
Journal of Education Innovation and Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2024): April: Education Innovation and Curriculum Development
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pendidikan sangat bergantung pada kompetensi profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kompetensi profesional guru di Indonesia dan Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menitikberatkan pada penelitian deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 6 orang guru (3 orang dari Indonesia dan 3 orang dari Thailand) yang mewakili berbagai jenjang pendidikan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kompetensi profesional yang signifikan antara kedua negara. Guru di Indonesia cenderung fokus pada penguasaan materi pelajaran dan penerapan kurikulum nasional, sedangkan guru di Thailand lebih menekankan pada pengembangan keterampilan interpersonal, keterampilan manajemen kelas, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut antara lain perbedaan sistem pendidikan, kebijakan pendidikan, serta budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pemangku kepentingan pendidikan di kedua negara dalam merancang kebijakan dan program pelatihan guru yang sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi untuk lebih memahami perbandingan sistem pendidikan dan praktik mengajar antara Indonesia dan Thailand.
Analysis of Language Errors in Scientific Works of Thailand Students at UIN Raden Mas Said Surakarta: A Syntactic Review Based on Characteristics of Effective Sentences Clarisa Titania Pangestika; Mifta Umi Alfi Atur Rohmaniah; Salwa Halimatus Sa'diyah; Anavee Khoona
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i1.11

Abstract

This study aims to identify and analyze syntactic errors in the scientific papers of Thai students at the Raden Mas Said State Islamic University (UIN) Surakarta. As foreign speakers, Thai students often experience first language (L1) interference when writing in Indonesian, which causes various errors at the syntactic level. This study uses a qualitative descriptive approach. Data were obtained through documentation of Thai students' scientific papers collected purposively. The data analysis technique was carried out by identifying, classifying, and interpreting forms of syntactic errors based on seven characteristics of effective sentences: equivalence, parallelism, assertiveness, economy, accuracy, cohesion, and logic. The results of the analysis show that students still make various syntactic errors in all of these aspects. The main causes of errors include differences in the structure of Indonesian and Thai languages and lack of mastery of formal language rules. These findings are expected to be used as evaluation material in teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), especially in academic writing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan sintaksis dalam karya ilmiah mahasiswa asal Thailand di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Sebagai penutur asing, mahasiswa Thailand kerap mengalami interferensi bahasa pertama (L1) saat menulis dalam bahasa Indonesia, yang menyebabkan berbagai kesalahan pada tataran sintaksis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui dokumentasi karya ilmiah mahasiswa Thailand berupa makalah dan tugas akhir mata kuliah yang dikumpulkan secara purposive. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan bentuk-bentuk kesalahan sintaksis berdasarkan tujuh ciri kalimat efektif, yaitu: kesepadanan, keparalelan, ketegasan, kehematan, kecermatan, kepaduan, dan kelogisan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa masih melakukan berbagai kesalahan sintaksis pada seluruh aspek tersebut. Faktor utama penyebab kesalahan meliputi perbedaan struktur bahasa Indonesia dengan bahasa Thai serta kurangnya penguasaan terhadap kaidah kebahasaan formal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), khususnya dalam penulisan akademik.
Sosialisasi Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Karang Taruna Desa Bolopleret, Dukuh Troditan Rw 01, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten Jelita Ajeng Nur Sekar Jagat; Tsamrotul Husna; Mega Dwi Fitrian; Anavee Khoona; Fajar Winagustyan Putri
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/p7jm7p08

Abstract

Sexual violence is a social issue with a steadily rising number of cases in Indonesia; major contributing factors include a lack of public understanding regarding sex education and power imbalances stemming from patriarchal culture. This issue was identified among the youth members of the (Youth Organization) in Dukuh Troditan RW 01, Bolopleret Village, Juwiring District, Klaten Regency, who lacked awareness regarding sexual violence and the existence of the Women and Children Protection Agency (LPPA). This community service activity aimed to enhance the youth's understanding of sexual violence, patriarchal culture, and the role of the Women and Children Protection Agency (LPPA) as a resource for protection and reporting for victims of violence. The Participatory Action Research (PAR) method was employed, comprising stages of problem mapping, outreach/dissemination, and evaluation. The outreach session was held on Saturday, July 4, 2026, at 19:00 WIB, featuring Dr. Layyin Mahfiana, S.H., M.Hum., a lecturer at the State Islamic University (UIN) Raden Mas Said Surakarta, who presented material on sexual violence and patriarchal culture in Indonesia. The results indicate that the session helped participants understand the forms of sexual violence, the impact of patriarchal culture, and the importance of the LPPA as a reference point for protection and reporting within the community. This activity is expected to foster a shift in the mindset and behavior of the youth in Dukuh Troditan RW 01 toward a more positive outlook and greater concern for issues regarding the protection of women and children.