Robiyah Nur
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM ILSC (ISLAMIC LANGAGE AND SPEECH COMPETITION) DALAM PENINGKATAN MAHARAH KALAM PESERTA DIDIK PONDOK PESANTREN MODERN JABAL AN-NUR AL-ISLAMI nur azizah wulandari; robiyah nur; ahmad iqbal; intan muflihah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program Kompetisi Bahasa dan Pidato Islam (KBPI) di Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami dan dampaknya terhadap peningkatan keterampilan berbicara (maharah kalam) para santri. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas program ini dengan berfokus pada empat faktor kunci dalam teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh George C. Edward III: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, memanfaatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data dari informan kunci, termasuk instruktur bahasa, administrator program, dan santri. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri, kelancaran, dan kosakata santri setelah mengikuti KBPI. Komunikasi yang efektif antar peserta, sumber daya yang memadai, dan sikap positif siswa berkontribusi pada keberhasilan program. Namun, tantangan seperti tingkat kemahiran berbahasa yang bervariasi di antara siswa dan terbatasnya waktu latihan teridentifikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa program ILSC merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab, tetapi rekomendasinya mencakup perpanjangan sesi latihan dan penyesuaian materi untuk mengakomodasi beragam kemampuan siswa. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang integrasi teori implementasi kebijakan ke dalam lingkungan pendidikan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berbahasa melalui lingkungan belajar yang kompetitif.
THE IMPLEMENTATION OF THE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) MODEL BASED ON QUESTION CARD MEDIA: IMPROVING IRE LEARNING OUTCOMES Eka Aryani; Farida Farida; Robiyah Nur
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/jbpi.v7i1.917

Abstract

This study investigates the effect of implementing the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning modelsupported by Question Card media on students’ learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) at SMP Negeri 1 Ambarawa. A quasi-experimental design was employed involving two groups: an experimental group receiving instruction through the NHT model assisted by Question Card media and a control group taught using the conventional lecture-based method. Students’ learning outcomes were assessed through a post-test designed to measure conceptual understanding and critical thinking skills. The data were analyzed using both descriptive and inferential statistics to identify differences in learning outcomes between the two groups. The findings indicate that the NHT model assisted by Question Card media has a statistically significant positive effect on students’ learning outcomes, particularly in promoting classroom engagement and enhancing critical thinking skills. The implementation of this model also fostered a more interactive and collaborative learning environment, enabling students to participate more actively in the learning process and to develop a deeper understanding of the instructional material. This study offers practical and theoretical contributions to the development of media-assisted cooperative learning approaches for improving the quality of Islamic Religious Education instruction at the secondary school level.