Odaligoziduhu Halawa
Fakultas Ekonomi Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Sinode Gereja Angowuloa Masehi Indonesia Nias (AMIN) Dasar Iman Gea; Delipiter Lase; Fatolosa Hulu; Odaligoziduhu Halawa
Management Perspective: Jurnal Penelitian Manajemen Vol. 1 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/wrc1ns72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisis efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Sinode Gereja AMIN. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana pelatihan yang diberikan mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai, mengeksplorasi dampak pelatihan terhadap kinerja, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan, menilai persepsi pegawai terhadap pelatihan, dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pelatihan di masa mendatang. Informan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, berjumlah 5 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan sangat bergantung pada relevansi materi dengan tugas dan tanggung jawab pegawai, metode pelatihan yang beragam dan interaktif, serta penerapan praktis dari konsep dan keterampilan yang dipelajari. Pelatihan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, mencakup peningkatan keterampilan teknis dan aspek psikologis seperti motivasi dan kepuasan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelatihan meliputi relevansi pelatihan dengan kebutuhan kerja, desain pelatihan yang efektif, dukungan organisasi, dan kondisi eksternal yang mendukung. Kesimpulan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan yang disesuaikan dan interaktif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Organisasi disarankan untuk memfokuskan pada pengembangan materi pelatihan yang relevan, mengadopsi metode pembelajaran yang beragam, memberikan dukungan berkelanjutan, dan melakukan evaluasi reguler untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. 
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Retensi Karyawan di KSP Credit Union Donistahi Pinangsori Kantor Cabang Hiliduho Soni Periaman Laoli; Delipiter Lase; Odaligoziduhu Halawa; Fatolosa Hulu
Management Perspective: Jurnal Penelitian Manajemen Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/management.v3i1.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi retensi karyawan di KSP Credit Union Donistahi Pinangsori Kantor Cabang Hiliduho, menelaah kontribusi kepuasan kerja, sistem penghargaan (finansial dan nonfinansial), lingkungan kerja, hubungan interpersonal, serta peluang pengembangan karier, mengidentifikasi tantangan manajemen, dan mendeskripsikan strategi retensi yang direncanakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan enam informan (manajerial dan operasional). Analisis data memakai model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, verifikasi). Temuan menunjukkan retensi dipengaruhi oleh kepuasan kerja, persepsi keadilan penghargaan, kualitas hubungan interpersonal, efektivitas komunikasi lintas bagian, dukungan operasional bagi staf lapangan, serta kejelasan pelatihan dan jalur karier. Hubungan interpersonal yang kekeluargaan menjadi penyangga retensi, namun retensi jangka panjang rentan ketika penghargaan tidak terstandardisasi, beban kerja tidak seimbang, kanal aspirasi lemah, dan pengembangan karier terbatas. Implikasi penelitian menekankan perlunya kebijakan retensi yang terlembaga melalui skema penghargaan transparan, penataan beban kerja, penguatan komunikasi dua arah, program pelatihan/karier berkala, serta peningkatan dukungan operasional lapangan.