Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Status Fungsional Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan Menggunakan Pengkajian Masalah Kesehatan Kronis Dalam Upaya Mencegah Risiko Jatuh Ayu, Sherly; Mareliana Putri, Gusti Indah; Aprilya, Anissa Suci; Noor , Ahmad Ferdy; Aisyah, Siti; Suwandewi, Alit
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 1 (2025): Renata - April 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.108

Abstract

Lansia adalah individu yang berusia 60 tahun, yang terjadikemunduran fisik, mental, dan mental. Penurunan fungsikognitif akan menyebabkan kualitas hidup pasien terganggu, dan kemudian terdiri dari hormon estrogen, yang menyebabkan risiko yang besar dalam penurunan kognitif. Penanggulangan kualitas hidup lansia dapat dicapai melaluikomunikasi terapeutik, pendekatan individu dan kelompok, partisipasi pelayanan medis keluarga dan kelompok orang lanjut usia. Hal ini terlihat dari responden mempunyai kualitashidup buruk mungkin disebabkan oleh faktor fungsi kognitifberatKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuanmengoptimalkan status fungsional lansia melalui pemeriksaankesehatan terkait masalah kesehatan kronis untuk mencegahrisiko jatuh. Dilaksanakan pada Minggu, 01 Desember 2024, di Jl. Tatah Belayung Komplek Belayung Baru, melibatkan 10 lansia. Media kegiatan meliputi lembar pengkajian, handphone, tensi meter, dan leaflet, dengan metodepemeriksaan dan skrining kesehatan. Hasil dari pemeriksaanMasalah Kesehatan Kronis ada 3 kategori, yang pertama yaitunormal dimana tidak ada masalah kesehatan kronis s.dmasalah kesehatan kronis ringan pada pasien dengan rentangnilai yang didapatkan saat skrining yaitu 25. Yang kedua, masalah kesehatan kronis sedang pada lansia dengan nilaiskrining yang didapatkan skor 26-50. Yang ketiga, masalahkesehatan kronis berat pada lansia dengan nilai skrining yang didapatkan skor 51 Kegiatan pengabdian masyarakat di Banjarmasin bertema Optimalisasi Status Fungsional Lansiaterlaksana baik melalui pemeriksaan kesehatan dan pengkajianmasalah kesehatan kronis. Metode wawancara dan evaluasimeningkatkan pengetahuan peserta, sementara hasilmenunjukkan 10 orang dalam kategori normal, disarankanuntuk rutin memeriksakan kesehatan.
Association Between Foot Care and the Incidence of Diabetic Foot Ulcers in Patients with Diabetes Mellitus Aprilya, Anissa Suci; Hadrianti, Dessy; Huzaifah, Zaqyyah; Solikin
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i2.52

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can lead to serious complications, one of which is diabetic foot ulcer (DFU). Inadequate foot care increases the risk of ulcer development; therefore, its association needs to be examined scientifically. This study aimed to analyze the association between foot care and the incidence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus. A correlational analytical design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 60 patients with diabetes mellitus selected using purposive sampling. Foot care data were collected using the Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF) questionnaire, while the incidence of diabetic foot ulcers was assessed through an observation checklist. Data were analyzed using Spearman’s rho correlation test. The results demonstrated a statistically significant association between foot care and the incidence of diabetic foot ulcers (p = 0.008 < α = 0.05). Patients with poor foot care tended to experience diabetic foot ulcers with greater severity. In conclusion, appropriate foot care plays an important role in the prevention of diabetic foot ulcers. Therefore, health education and the establishment of routine foot care practices should be strengthened to reduce the risk of complications and improve the quality of life of patients with diabetes mellitus.