Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Perawat IGD Dengan Ketepatan Triase Pada Pasien Trauma di RSUD.Ulin Banjarmasin Khalilati, Noor; Daud, Izma; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Wulan, Diah Retno; Maylani, Resty Silvia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.869

Abstract

AbstrakKetepatan triase pada pasien sangat penting untuk mencegah kecacatan dan kematian pada pasien. Oleh sebab itu, harus mempunyai pengetahuan, kecepatan, keterampilan dan kesiagaan pasien gawat darurat yang harus ditangani dengan waktu 5 menit. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat IGD dengan ketepatan triase pada pasien trauma di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah desain Kuantitatif Korelasional dengan pendekatan Spearman Rho.  Sampel pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di IGD yang berjumlah 48 orang dengan metode total sampling. Analisis data ini menggunakan uji Fisher’s Exact. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan lembar Observasi. Hasil penelitian didapatkan antara hubungan pengetahuan perawat IGD dengan ketepatan triase pada pasien trauma di IGD RSUD Ulin Banjarmasin sebagian besar bahwa pengetahuan perawat IGD termasuk dalam kategori Baik yaitu sebanyak (75,0%), sedangkan ketepatan triase masuk dalam kategori Sesuai sebanyak (58,3%) Hubungan pengetahuan perawat IGD dengan ketepatan triase didapatkan hasil p value= 0.001 0.005 berarti terdapat hubungan antara pengetahuan perawat IGD dengan ketepatan triase.
Upaya Peningkatan Kompetensi Preseptor Penata Anestesi Melalui Pelatihan Preseptorship Model Suwandewi, Alit; Mariani, Mariani; Anggeriyane, Esme; Aprilia, Hanura; Marthuridy, Roly Marwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14865

Abstract

ABSTRAK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan pertama kali di Kalimantan yang menyelenggarakan Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan. Salah satu keunggulan dari prodi ini adalah Keperawatan Anestesi Klinis sebagai keahlian dan menghasilkan penata pada level ahli, untuk mencapai keunggulan tersebut dalam menunjang pembelajaran perlu adanya bimbingan klinik sebagai sarana mahasiswa belajar agar kompetensi unggulan bisa tercapai. Pembelajaran klinik harus dilakukan oleh pembimbing klinik atau perceptor yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik. Kompetensi mengajar dan keterampilan seorang pembimbing klinik atau preceptor menjadi pilar penting dalam pendidikan keperawatan anestesiologi. Model Preceptorship akan memandu perencanaan dan pelaksanaan prodsedur preceptorship dimulai dari struktur, proses, dan hasil pembimbing, serta saran-saran untuk meningkatkan preceptorship oleh pemangku kepentingan yang berbeda untuk meningkatkan efektifitasnya dalam klinis pendidikan keperawatan anestesiologi. Materi pada pelatihan preseptorship model yakni kebijakan pelatihan preceptorship, konsep dasar pembelajaran klinik, metode asuhan keperawatan anestesi/kepenataan anestesi, preceptorship model,  metode pembelajaran  klinik, dan metode penilaian pendidikan klinik serta simulasi bimbingan teknis.Pelatihan ini diikuti oleh Preceptor klinik yakni Rumah sakit yang telah berkerjasama dengan Univesitas Muhammadiyah Banjarmasin, baik RS negeri maupun RS Swasta dan dosen dilingkungan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan dalam peningkatan kompetensi preseptor penata anestesi pada pelatihan preseptorship model ini didapatkan hasil pengetahuan pretest pengetahuan tinggi sebanyak 19 orang (56%) dan postest pengetahuan tinggi 34 orang (100%) yang dijawab oleh peserta  pelatihan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta berada pada katagori tinggi dan peserta sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membimbing mahasiswa Kata Kunci: Pembelajaran Klinik, Peningkatan Kompetensi, Preseptorship Model  ABSTRACT University of Muhammadiyah Banjarmasin, as one of the health education institutions in Indonesia and the first time in Kalimantan to organize an Anesthesiology Nursing Study Program Applied Bachelor Program. One of the advantages of this study program is Clinical Anesthesia Nursing as expertise and producing stylists at the expert level, to achieve these advantages in supporting learning, clinical guidance is needed as a means for students to learn so that superior competencies can be achieved. Clinical learning must be carried out by clinical supervisors or perceptors who have good capacity and competence. Teaching competence and skills of a clinical supervisor or preceptor are important pillars in anesthesiology nursing education. The Preceptorship Model will guide the planning and implementation of the preceptorship process starting from the structure, process, and results of the supervisor, as well as suggestions for improving preceptorship by different stakeholders to increase its effectiveness in clinical anesthesiology nursing education. The material in the preceptorship model training is preceptorship training policy, basic concepts of clinical learning, anesthesia nursing care / anesthesia structuring methods, preceptorship models, clinical learning methods, and clinical education assessment methods and technical guidance simulations. This training was attended by Preceptor clinics, namely hospitals that have collaborated with the University of Muhammadiyah Banjarmasin, both state and private hospitals and lecturers within the Faculty of Nursing and Health in increasing the competence of anesthesiologist receptors in this model of preceptor preceptor obtained the results of high knowledge pretest knowledge as many as 19 people (56%) and high knowledge postest 34 people (100%) answered by training participants. The result of the activity can be concluded that the participants knowledge was in the higt category and the participants werw very enthusiastic because they hained knowledge and skill in guiding students. Keywords: Clinical Learning, Competency Improvement, Model Preceptorship
The Effect of Anesthesia Nursing Care Writing Training on Increasing Readiness to Guide Preceptors Anggeriyane, Esme; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Mariani, Mariani; Mathuridy, Roly Marwan; Norfriati, Norfriati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.3766

Abstract

Good nursing care plays an important role in helping patients achieve optimal health. Clinical preceptors play a significant role in the learning process of prospective nurse anesthesia students. Qualified preceptors are equipped with knowledge and skills through special training. This study aims to evaluate the effectiveness of preceptorship training on the competency of anesthesia clinic preceptors. This type of quasi-experimental research with a pretest-posttest design. The research subjects were preceptors in the OK, IGD, RR and ICU rooms at Banjarmasin and Banjarbaru city hospitals. This research uses an instrument in the form of a readiness questionnaire to guide preceptors. The results showed that before training, 15 preceptors (44.1%) had sufficient readiness to guide the writing of nursing care. After training, 33 preceptors (97.1%) showed good readiness. The Wilcoxon test produces a value of p = 0.000 (p 0.05), which shows a significant effect of preceptorship training on preceptor readiness in guiding. Preceptorship training is effective in increasing the competency of clinical preceptors in guiding nursing care, so this training is important to carry out on an ongoing basis to improve the quality of nursing education and practice.
KAMPUS MERDEKA DALAM PENCAPAIAN PEMBELAJARAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN TANTANGAN COVID 19 DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN Ngalimun, Ngalimun; Agustina, Anita; Suwandewi, Alit
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v2i2.7335

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari dunia nyata dengan mempraktikkan experiential learning. Kegiatan AMSP dilaksanakan di satuan  pendidikan  mencakup  perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan, dan pengembangan persekolahan, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. AMSP melibatkan sejumlah pihak, di antaranya mahasiswa, program studi, dan satuan pendidikan mitra. Agar pelaksanaan  kegiatan  dapat  berjalan  lancar, terencana, dan terukur, petunjuk teknis yang menguraikan proses dan peran setiap pihak sangat diperlukan. Tentu penyesuaian diperlukan dalam menerapkan Pendidikan era Revolusi 4.0. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri adanya wabah Covid-19 menjadi salah satu pendorong penerapan sistem ini. Di sisi lain selain dituntut memahami teknologi dan informasi serta cara mengimplementasikannya, tentu terdapat permasalahan yang timbul yaitu terkait sarana prasarana yang memadai. Misalnya peserta didik dari keluarga yang kurang mampu tidak memiliki laptop/smartphone. Maka kebijakan sudah seharusnya memperhatikan hal tersebut. Pihak sekolah memiliki Surat Keputusan (SK) peserta didik kurang mampu dan melakukan pendampingan belajar bagi mereka yang telah didata dengan memperoleh subsidi silang atau pemecahan masalah lainnya.
Optimalisasi Status Fungsional Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan Menggunakan Pengkajian Masalah Kesehatan Kronis Dalam Upaya Mencegah Risiko Jatuh Ayu, Sherly; Mareliana Putri, Gusti Indah; Aprilya, Anissa Suci; Noor , Ahmad Ferdy; Aisyah, Siti; Suwandewi, Alit
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 1 (2025): Renata - April 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.108

Abstract

Lansia adalah individu yang berusia 60 tahun, yang terjadikemunduran fisik, mental, dan mental. Penurunan fungsikognitif akan menyebabkan kualitas hidup pasien terganggu, dan kemudian terdiri dari hormon estrogen, yang menyebabkan risiko yang besar dalam penurunan kognitif. Penanggulangan kualitas hidup lansia dapat dicapai melaluikomunikasi terapeutik, pendekatan individu dan kelompok, partisipasi pelayanan medis keluarga dan kelompok orang lanjut usia. Hal ini terlihat dari responden mempunyai kualitashidup buruk mungkin disebabkan oleh faktor fungsi kognitifberatKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuanmengoptimalkan status fungsional lansia melalui pemeriksaankesehatan terkait masalah kesehatan kronis untuk mencegahrisiko jatuh. Dilaksanakan pada Minggu, 01 Desember 2024, di Jl. Tatah Belayung Komplek Belayung Baru, melibatkan 10 lansia. Media kegiatan meliputi lembar pengkajian, handphone, tensi meter, dan leaflet, dengan metodepemeriksaan dan skrining kesehatan. Hasil dari pemeriksaanMasalah Kesehatan Kronis ada 3 kategori, yang pertama yaitunormal dimana tidak ada masalah kesehatan kronis s.dmasalah kesehatan kronis ringan pada pasien dengan rentangnilai yang didapatkan saat skrining yaitu 25. Yang kedua, masalah kesehatan kronis sedang pada lansia dengan nilaiskrining yang didapatkan skor 26-50. Yang ketiga, masalahkesehatan kronis berat pada lansia dengan nilai skrining yang didapatkan skor 51 Kegiatan pengabdian masyarakat di Banjarmasin bertema Optimalisasi Status Fungsional Lansiaterlaksana baik melalui pemeriksaan kesehatan dan pengkajianmasalah kesehatan kronis. Metode wawancara dan evaluasimeningkatkan pengetahuan peserta, sementara hasilmenunjukkan 10 orang dalam kategori normal, disarankanuntuk rutin memeriksakan kesehatan.
Sisi Edukatif Pendidikan Islam Dan Kebermaknaan Nilai Sehat Masa Pandemi Covid-19 Di Kalimantan Selatan Agustina, Anita; Suwandewi, Alit; Tunggal, Tri; Daiyah, Isrowiyatun; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan atau (library reaseach), yaitu melakukan analisis sisi edukatif pendidikan islam dan kebermaknaan nilai sehat masa pandemi Covid-19. sisi edukasi pendidikan Islam dan kebermaknaan sehat memiliki makna yang selaras dengan peraturan dari dinas kesehatan dan aturan mengenai hidup sehat dalam Islam. Paling tidak terdapat empat nilai Pendidikan Islam yang terkandung dalam edukasi dan kebermaknaan kesehatan yakni nilai aqidah, akhlak, ibadah dan nilai sosial. Secara Aqidah ia selaras dengan perintah Tuhan untuk melindungi diri dan orang lain. Hal ini juga dapat menjadi bagian dari Akhlak dan sosial karena upaya untuk mencegah keburukan pada orang lain. Membangun hubungan baik secara vertikal dan horizontal melalui keta’atan pada protokol kesehatan memiliki nilai ibadah dalam pandangan Islam.
Kepatuhan Remaja Dalam Menjalankan Protokol Kesehatan Suwandewi, Alit; Agustina, Anita; Nurhalimah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.173

Abstract

Desain penelitian ini menjelaskan suatu keadaan atau situasi fenomena bisa terjadi kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Desain Cross Sectional yaitu melakukan pengukuran atau pengamatan atau obsevasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada saat itu. Kepatuhan remaja pada penelitian ini karena menggunakan masker saat di luar rumah adalah hal yang wajib dilakukan karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui tetesan air liur saat bicara, bernyanyi, bersin dan batuk. Saat remaja menggunakan masker yang lembab atau basah mereka merasa tidak nyaman sehingga remaja melakukan pengganti masker hal ini sesuai dengan masker medis karena masker sekali pakai dan maksimal 4 jam pemakaiannya. Ini penting dilakukan karena memakai masker dalam waktu lama tidak di anjurkan dan mengakibatkan muncul penyakit lain. Bagi sebagian remaja yang menyentuh masker saat memakainya disebabkan karena ingin membenarkan posisi masker nya atau merasa gatal di bagian wajah saat memakai masker.
The Effect of Education Using Leaflet Media on Maternal Attitudes Toward Family Awareness of Malnutrition in Toddlers at Posyandu Nusa 1, Banjarmasin Khairina, Salsabila Syifa Nur; Hiryadi, Hiryadi; Lisnawati, Ica; Suwandewi, Alit
Papua Medicine and Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 (Juni 2025) : Papua Medicine and Health Science
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64141/pmhs.v2i1.31

Abstract

Malnutrition in toddlers remains a common public health issue in Indonesia, including within the working area of Sungai Bilu Public Health Center in Banjarmasin. One contributing factor is the lack of maternal knowledge and attitudes regarding the importance of balanced nutrition within the family. This study aims to examine the effect of education using leaflet media on maternal attitudes toward family awareness of malnutrition. A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was employed. The sample consisted of 40 mothers with toddlers aged 1–5 years, selected through accidental sampling. The instrument used was an attitude questionnaire, and the data were analyzed using the Paired t-Test to assess differences before and after the intervention. The results showed a significant change in maternal attitudes after the educational intervention, with a p-value of 0.000. Education through leaflets was proven effective in enhancing understanding and encouraging positive attitude changes by addressing the cognitive, affective, and conative components. It can be concluded that leaflets serve as an effective and efficient educational medium for increasing maternal awareness of malnutrition prevention in toddlers. The use of leaflet media is recommended to be optimized in ongoing health promotion efforts at integrated health posts and public health centers.
Hubungan Teman Sebaya Dalam Menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19 Di Desa Sungai Jaranih Kabupaten Hulu Sungai Tengah Agustina, Anita; Suwandewi, Alit; Nurhalimah
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v1i2.174

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan teman sebaya dalam Menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19 di Desa Sungai Jaranih, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Peran teman sebaya di desa sungai jaranih baik, Parameter teman sebaya sebagai sumber informasi didapatkan bahwa semua teman sebayanya mematuhi protokol kesehatan Covid-19, teman sebaya sebagai sumber emosional didapatkan bahwa remaja memakai masker karena mengikuti teman-teman dan teman sebaya sebagai sumber kognitif didapatkan bahwa ada teman yang memberitahu tentang bahaya jika tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ada hubungan teman sebaya dengan kepatuhan remaja dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19 di Desa Sungai Jaranih. Hasil peran teman sebaya menunjukkan bahwa hampir seluruh responden teman sebaya sebagian besar baik yaitu sebesar 145 orang atau 92,9%, teman sebaya yang cukup 7 orang atau 4,5% dan teman sebaya yang kurang 4 orang atau 2,6%.
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Tingkat Stres pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Sa’diah, Halimatus; Anwari, Muhammad; Suwandewi, Alit; Hamsanie, Mohamad; Agustini, Meti
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 29, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v29i2.33973

Abstract

Abstrak: Pasien rawat inap rentan mengalami stres akibat kondisi medis dan lingkungan rumah sakit. Data RSI Banjarmasin menunjukkan peningkatan jumlah pasien rawat inap dari 6.869 (2021) menjadi 9.622 (2023). Stres yang tidak terkelola dapat memperburuk kondisi pasien, sementara pemenuhan kebutuhan spiritual berpotensi menurunkan tingkat stres. Namun, aspek spiritual sering terabaikan dalam pelayanan. Studi pendahuluan menunjukkan variasi antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keduanya pada pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 180 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampel berjumlah 124 pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan spiritual dan Perceived Stress Scale (PSS), lalu dianalisis untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel.el penelitian berupa kuesioner sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dan tingkat stres pada pasien rawat inap, dengan nilai korelasi ρ = –0,369 dan p value sebesar 0,000 (p < 0,05). Arah korelasi negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pemenuhan kebutuhan spiritual, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami pasien selama menjalani perawatan.Abstract: Inpatients are vulnerable to stress due to medical conditions and the hospital environment. Data from Islamic Hospital Banjarmasin shows an increase in the number of inpatients from 6,869 (in 2021) to 9,622 (in 2023). Unmanaged stress can worsen a patient’s condition, while fulfilling spiritual needs has the potential to reduce stress levels. However, the spiritual aspect is often overlooked in healthcare services. A preliminary study indicated variations between the fulfillment of spiritual needs and stress levels. This study aims to determine the relationship between these two factors in inpatients. This study aims to determine the relationship between spiritual needs and stress levels among inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study consisted of 180 inpatients at Banjarmasin Islamic Hospital. The sample consisted of 124 inpatients at Islamic Hospital Banjarmasin, selected using purposive sampling technique. Data were collected using a spiritual needs questionnaire and the Perceived Stress Scale (PSS), both of which had been tested for validity and reliability. The data were then analyzed to determine the relationship between the two variables. Data were analyzed using the Spearman Rho test, as the data were not normally distributed. The results showed a significant relationship between the fulfillment of spiritual needs and stress levels in inpatients, with a correlation coefficient of ρ = –0.369 and a p-value of 0.000 (p < 0.05). The negative correlation indicates that the higher the level of spiritual needs fulfillment, the lower the stress level experienced by patients during hospitalization.