Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kinerja Rantai Pasok Pengiriman BBM Rute Lhokseumawe dan Aceh Besar Menggunakan Metode SCOR hamzah, saiful; Ernawati, Rieska
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.94-105

Abstract

PT. Pertamina FT Medan Group sebagai salah satu perusahaan vital dalam distribusi BBM di wilayah Sumatera memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan BBM bagi konsumen di berbagai daerah profinsi Aceh. Peningkatannya konsumsi kebutuhan kebutuhan BBM mencapai angka 3,01 % (Data Forcasting Kenaikan BBM Profinsi, 2022). Dalam mendistribusikan BBM ke konsumen menggunakan mobil tangki IT Lhokseumawedan FT Krueng Raya saat ini mendapatkan pasokaan BBM melalui kapal Tanker dari lokasi IT Tanjung Uban yang lokasiya berada di Kecamatan Bintan PT. Pertamina FT Medan Group sebagai salah satu perusahaan vital dalam distribusi BBM di wilayah Sumatera memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan BBM bagi konsumen di berbagai daerah profinsi Aceh. Peningkatannya konsumsi kebutuhan kebutuhan BBM mencapai angka 3,01 % (Data Forcasting Kenaikan BBM Profinsi, 2022). Dalam mendistribusikan BBM ke konsumen menggunakan mobil tangki IT Lhokseumawedan FT Krueng Raya saat ini mendapatkan pasokaan BBM melalui kapal Tanker dari lokasi IT Tanjung Uban yang lokasiya berada di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dengan jarak pengiriman mencapai 553,84 miles laut menuju ke IT Lhokseumaweatau sekitar dua hari dan jarak 1.013,08 miles laut menuju ke FT Krueng Raya atau sekitar tiga hari perjalanan kapal tanker mengacu kondisi cuaca di laut. Dengan road time hour yang berkisar antara 2-3 hari ini tentunya di butuhkan penyimpanan yang besar di dua lokasi Terminal tersebut sampai dengan kapal tiba. Kondisi cover days BBM artinya jumlah volume BBM yang dapat mencukupi kebutuhan masyarakan minimal selama 3 hari, untuk 3 BBM prioritas tersebut rata-rata di lokasi IT Lhokseumawea dalah 3 – 4 hari dan FT Krueng Raya mencapai 4-8 hari. Kondisi kritis artinya jumlah volume BBM yang tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dengan Batasan di bawah 3 hari. Untuk memenuhi kebutuhan supply BBM dibutuhkan soluasi alternatif dalam perubahan kemungkinan-kemungkinan adanya lokasi loading port yang lebih dekat dengan lokasi terminal discharge port. Sebagai panduan dalam menentukan langkah alternatif akan di gunakan analisis menggunakan metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) yang mengkategorikan proses rantai pasokan menjadi empat proses inti Plan, Source, Make dan Deliver.Kata kunci: BBM, Cover Days, Road Time Hour Thruput, SCOR, Supply
Pengenalan Tulisan Tangan Aksara Jawa Menggunakan Metode Learning Vector Quantization (LVQ) dan Euclidean Distance Hamzah, Saiful; Pamungkas, Danar Putra
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i1.952

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital seperti sekaran mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga hal itu bisa dibuktikan dengan adanya banyak softwareang sangat bermanfaat dibidang pendidikan dan kebudayaan sebagai media belajar,salah satu perkembangan teknologi dibidang software adalah teknologi pengolahan citra yang di gunakan untuk pengenalan tulisan tangan aksara jawa. Sistem yang dibuatertujuan untuk membantu mengenali pola tulisan tangan aksara jawa dengan menggunakan Metode Learning Vector Quantization (LVQ) dan Euclidean Distance. Konsep dasar dari Metode Learning Vector Quantization (LVQ) dan Euclidean Distance adalah identifikasi fase penting dalam karena setiap huruf mempunyai keunikan tersendiri sehingga membedakan dirinya dari huruf yang lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disimpulkan persentase akurasi yang mendekati dengan hasil sebenarnya hingga 66,66 %.
Pneumatic Lock for Manhole and Bottom Loader on Fuel Tank Trucks: A Cloud-Based Digital Interlock System for Secure and Sustainable Fuel Distribution Pratama, Alvian; Hamzah, Saiful; Syarif, Ahmed; Giyarto, Giyarto; Cakrawiguna , Muhammad Wisnu
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 10 (2026): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i10.602

Abstract

Fuel distribution through road tank trucks plays a crucial role in downstream petroleum supply chains; however, it remains highly vulnerable to fuel theft, adulteration, and unauthorized access during transportation. Conventional mechanical sealing systems applied to manholes and bottom loading valves are widely recognized as weak security measures due to their susceptibility to manipulation and lack of digital traceability. These limitations result in transport losses, safety incidents, customer disputes, and regulatory non-compliance. This study presents the design, implementation, and performance evaluation of a Pneumatic Manhole Lock (P-Man) integrated with a digital spool lock and cloud-based interlock system for fuel tank trucks. The proposed solution combines physical pneumatic locking mechanisms with geofencing, one-time password (OTP) authentication, and real-time digital audit trails. Access to fuel compartments is strictly restricted to authorized locations and verified users, ensuring that opening actions can only occur at designated fuel stations. The system was implemented and tested on operational fuel tank trucks with multiple compartment configurations. Field results demonstrate a 77% reduction in sealing and verification time, complete prevention of unauthorized valve opening outside geofenced areas, significant reduction in transport loss, and a substantial increase in customer satisfaction from 42% to 93%. In addition, the system enhances safety performance and strengthens governance through transparent, auditable distribution records. The findings indicate that integrating pneumatic interlock systems with digital authorization provides a robust, scalable, and sustainable solution for improving fuel distribution security, operational efficiency, and regulatory compliance.