Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Model Perkuliahan Etnosains Konteks Kima Bahan Galian Melaui Pendekatan Digital, Karakter, dan Kearipan Lokal Papua Florida Doloksaribu; Lusia Narsia Amsad; Wigati Yektiningtias
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v6i1.3630

Abstract

Model pembelajaran yang kurang tepat dapat memberikan respon yang kurang baik pada pencapaian hasil belajar, sehingga perlu dilakukan rekonstruksi perkuliahan sesuai kebutuhan mahasiswa. Salah satu model transformasi model perkuliahan yang digunakan adalah model rekonstruksi perkuliahan (MER). Melalui pendekatan MER, faktor-faktor penghambat perkuliahan dapat tertelusiri secara seksama, sehingga menjadi bagian yang perlu diperbaiki secara tersttruktur. Penerapan model MER untuk kebutuhan perkuliahan pada pendidikan kimia berbasis kearifan lokal Papua terintegrasi digital, dan pendidikan karakter (respek, cerdas, rajin, jujur, dan bertanggung jawab). Model ini merespon kebutuhan kurikulum dan keunikan etnografi Papua,, namun kearifan lokal ini mengandung nilai-nilai sains yang masih terpendam, sehingga melalui model perkuliahan dihasilkan pencapaian tujuan perkuliahan yang maksimal. Desain model etnokimtek telah layak digunakan ekpert Judgemen yaitu 87,46. Berdasarkan hasil uji coba skala terbatas, dihasilkan skore Ngain rata-rata 0,692 (sedang) atau Ngain persen rata-rata 69,2 (cukup efektif)..Tanggapan dosen dan mahasiswa pada implementasi model adalah positif dengan kriteria sangat baik (53,34%) dan baik (44,64%). Sedangkan perolehan rata-rata nilai karakter adalah sangat baik 49,3(%) dan baik 36,7%). Melalui hasil perolehan Nilai konsep (Ngain), sikap, dan tanggapan, maka model Etnokimtek dapat dianggap sebuah model perkuliahan yang layak dan praktis.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI INPRES BERTINGKAT WAENA Fadhli, Yongki Dwi; Lusia Narsia Amsad; Yan Dirk Wabiser; Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38617

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of ecosystem teaching aids on improving the scientific literacy of fifth-grade students of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena. Scientific literacy is an important skill that every student must have in order to understand scientific concepts and use them to solve problems in everyday life. One effort that can be done to improve scientific literacy is by using contextual and meaningful learning resources such as ecosystem teaching aids. This quantitative study used a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design pattern. The research sample was carried out in Class V A of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena with a total of 30 students. The research instrument was a scientific literacy test in the form of multiple-choice questions implemented before (pretest) and after (posttest) treatment using ecosystem teaching aids. The results of data analysis showed an increase in students' scientific literacy scores after the application of ecosystem teaching aids. This increase was measured using N-Gain (Normalized Gain). The average N-gain value was 0.62, so it was included in the moderate category. Based on these results, it can be concluded that the use of ecosystem teaching aids has proven effective in improving the scientific literacy of Class V A students at Waena State Elementary School.