Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Standar Pelayanan Minimal Bus Trans Metro Bandung Koridor 1 Ariostar, Ariostar; Muttaqin, Ahmad Wildan; Adriadi, Adriadi; Andiyan, Andiyan; Irawan, Shendy
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v6i1.6697

Abstract

ABSTRAKTingkat pelayanan sistem angkutan umum di Kota Bandung masih jauh dari kondisi yang diharapkan, baik dari sisi kapasitas maupun kualitas pelayanan. Salah satu upaya yang ditempuh Pemkot Kota Bandung dalam mengatasi kemacetan dengan mengembangkan angkutan massal, yaitu Bus Trans Metro Bandung (TMB). Pada prinsipnya penerapan TMB untuk mengubah sistem pengelolaan angkutan umum perkotaan.Tujuan penelitian ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu : Pertama untuk mengetahui Standar Pelayanan Minimal Bus TMB Koridor 1, Kedua untuk megetahui sejauh mana Standar Pelayanan Minimal Bus TMB Koridor 1.Penelitian ini merupakan penilaian kesesuaian kondisi ekisting pelayanan TMB yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal Pemenhub Nomor 10 tahun 2012 dan Pemenhub Nomor 27 tahun 2015. Tinjauan dari penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa kajian literatur, kebijakan serta studi instansi yang terkait serta didapat langsung dari tinjauan sarana maupun prasaranan yang ada dilapangan. Dari hasil penilaian ini didapat beberapa kesimpulan, yaitu Pelayanan Bus TMB saat ini belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal TMB masih memiliki kekurangan dalam segi keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan keteraturan. Saran sebagai masukan bagi pihak operator dan pemerintah Kota Bandung ini yaitu dengan memperbaiki pelayanan – pelayanan yang memiliki penilaian buruk yakni berkaitan dengan atribut keamanan, atribut keselamatan dan atribut kenyamanan seperti kondisi halte yang ada.Kata Kunci: Sistem Angkutan Umum TMB, Penilaian Kinerja TMB, Standar Pelayanan Minimal.ABSTRACTThe level of service of the public transport system in Bandung is still far from the expected conditions, both in terms of capacity and quality of service. One of the efforts taken by the City Government of Bandung City in overcoming congestion is by developing mass transportation, namely the Trans Metro Bandung Bus (TMB). In principle, the application of TMB is to change the urban public transport management system. The purpose of this study consists of 2 (two) parts: First, to determine the Minimum Service Standards for Corridor 1 TMB Buses, and to determine the extent to which the Minimum Service Standards for Corridor TMB Buses are implemented. This study assessed the suitability of the existing condition of TMB services which refers to the Minimum Service Standards of the Ministry of Transportation Number 10 of 2012 and the Ministry of Transportation Number 27 of 2015. The review of this study uses primary and secondary data in the form of literature studies, policies, and studies of related agencies and is obtained directly from the review. Facilities and infrastructure are available in the field. From the results of this assessment, it is hoped that some conclusions can be drawn, namely that the TMB Bus Service currently does not meet the Minimum Service Standards for TMB and still has shortcomings in terms of security, safety, comfort, and regularity. The conclusion for the operator and the Bandung city government is to improve services that have a bad rating, namely related to security attributes, safety attributes and comfort attributes such as the existing bus stop conditions.Keywords: TMB Public Transport System, TMB Performance Assessment, Minimum Service Standard
Implementasi Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD Negeri 77/III Mukai Tinggi Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Adriadi, Adriadi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 1 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i1.54

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa di SD Negeri 77/III Mukai Tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem solving . Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dua kali pertemuan. Waktu penelitian dilaksanakan tanggal 17 Mei 2023 sampai 26 Mei 2023. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 77/III Mukai Tinggi yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes tertulis. Hasil hasil belajar matematika kelas IV SD Negeri 77/III Mukai Tinggi pada pratindakan termasuk dalam kategori rendah dengan persentase siswa yang tuntas 37,5%. Pada siklus 1 memperoleh kategori sedang dengan persentase siswa yang tuntas 75%. Dan pada siklus 2 meningkat menjadi 87,5% secara klasikal dengan kategori tinggi. Jadi, penggunaan model pembelajaran problem solving sangat optimal digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 77/III Mukai Tinggi
ANALISIS KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PILKADA TAHUN 2020 DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Fachrian, S; Adriadi, Adriadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i1.2540

Abstract

The researcher conducted a study entitled Performance Analysis of the General Election Commission in Increasing Community Political Participation in the 2020 Regional Head Elections in North Musi Rawas Regency. The problem posed is how the performance of the KPU in Musi Rawas Utara Regency in increasing political participation there in 2020 increases when compared to 2015. The purpose of the study is to find out how the performance and procedures for implementing the KPU work program in North Musi Rawas Regency and the mechanism for carrying out the stages of the post-conflict local election. This research was designed using qualitative research methods. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The informants in this study were KPU commissioners, KPU employees, and ordinary people who were involved in and witnessed the post-conflict local election in North Musi Rawas Regency. This study uses 5 indicators in measuring the performance of the KPU, the first is the concept of Productivity, which measures the level of efficiency and effectiveness of the KPU's services. Second, service quality, namely community satisfaction, can be a parameter to assess the performance of public organizations. Third, Responsiveness is the ability of the organization to recognize the needs of the community, set the agenda and service priorities. Fourth, Responsibility explains whether the implementation of public organization activities is in accordance with correct administrative principles. Fifth Accountability shows how much the policies and activities of the organization are subject to political officials elected by the people directly Peneliti melakukan penelitian yang berjudul Analisis Kinerja Komisi pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Pada Pilkada Tahun 2020 Di Kabupaten Musi Rawas Utara. Permasalahan yang diajukan yaitu bagaimana kinerja KPU Kabupaten Musi Rawas Utara dalam meningkatkan Partisipasi politik disana pada tahun 2020 meningkat jika dibandingkan dengan 2015. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja dan tata cara pengimplementasian program kerja KPU di Kabupaten Musi rawas Utara serta mekanismenya dalam melakukan tahapan pemilukada. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah komisioner kpu pegawai kpu serta masyarakat biasa yang terlibat serta menyaksikan jalannya pemilukada di kabupaten Musi rawas Utara. Penelitian ini menggunakan 5 indikator dalam mengukur kinerja kpu yang pertama adalah konsep Produktivitas yaitu mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas pelayanan kpu. Kedua Kualitas Pelayanan yakni kepuasan masyarakat bisa menjadi parameter untuk menilai kinerja organisasi publik. Ketiga Responsivitas adalah kemampuan organisasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat menyusun agenda serta prioritas pelayanan. Keempat Responbilitas menjelaskan apakah pelaksanaan kegiatan organisasi publik sesuai prinsip-prinsip administrasi yang benar. Kelima Akuntabilitas menunjukkan seberapa besar kebijakan serta kegiatan organisasi tunduk pada para pejabat politik yang dipilih oleh rakyat langsung.