Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pergeseran Arti Ayat-Ayat Muhkamat Serta Mutasyabihat dalam Tafsir Kontemporer (Studi Kawasan) Fitriansyah, Muhammad Bayu
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntaximperatif.v5i6.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pergeseran arti ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam tafsir kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan teori rekonstruksi hermeneutis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pergeseran arti ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat di antara tafsir Asia Tenggara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ayat-ayat Muhkamat dan Mutasyabihat berubah arti dan maknanya antara tafsir al-Misbah dan tafsir Nur al-Ihsan. Pola pergeseran ini mengajarkan keluasan makna ayat Muhkamat dan Mutasyabihat yang sangat baru dengan menggunakan beberapa metode para ulama terdahulu
Estetika Makna dalam Komunikasi Al-Qur’an: Studi Stilistika atas Muhassinat Ma‘nawiyyah dalam Ayat-Ayat Sosial Fitriansyah, Muhammad Bayu; Imam, Jahira Salsabila Nurul; Komarudin, Edi; Taufiq, Wildan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i3.742

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran keindahan makna (muhassināt ma‘nawiyyah) dalam ayat-ayat sosial Al-Qur’an sebagai strategi komunikasi yang etis, persuasif, dan berdampak transformatif. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang menyoroti dimensi makna estetis dalam ilmu balāghah, yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek bentuk atau gaya bahasa semata. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan metode studi teks, penelitian ini menganalisis empat ayat sosial, yaitu QS. Al-Muṭaffifīn: 1–3, Al-Ḥujurāt: 11, An-Nisā’: 36, dan Al-Baqarah: 177. Data diperoleh melalui dokumentasi teks Al-Qur’an serta penafsiran dari ulama klasik dan kontemporer, seperti al-Ṭabarī, al-Rāzī, Quraish Shihab, dan Nasr Abu Zayd. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur-unsur retoris seperti muṭābaqah, jinās, dan taḥbīb tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga memperkuat penyampaian pesan moral dengan efek emosional yang kuat dan resistensi yang rendah dari audiens. Temuan ini memperluas pemahaman stilistika dalam tafsir Al-Qur’an dan menawarkan model komunikasi dakwah yang lebih humanis serta relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Penelitian ini juga merekomendasikan pentingnya revitalisasi pembelajaran ilmu balāghah dan pengembangan pendekatan tafsir berbasis fungsi retoris di lembaga-lembaga pendidikan Islam.
A Fair Gender Interpretation of Qur'anic Verses on Workplace Ethics and Women's Dignity: Reconstructing Protective Values Fitriansyah, Muhammad Bayu; Rahayu, Tami Dewi Puspa; Hizubullah, Muhammad Fauzan
Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2026): Mashadiruna Jurnal Ilmu Al-Qurân dan Tafsir
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjiat.v5i1.55035

Abstract

This study aims to reconstruct the ethical, dignitarian, and protective values of women in the workplace through a gender-just interpretation of Qur’anic verses. Using a qualitative descriptive method with a feminist hermeneutical approach, this research analyzes texts and socio-historical contexts through library research involving primary sources (the Qur’an and classical contemporary exegeses) and secondary sources (academic papers, books, and policy documents). Findings reveal that gender-just exegesis does not alter the Qur’anic text but revitalizes its core moral message: justice (al-‘adl), human dignity (karāmah al-insān), and protection (hifz al-nafs, hifz al-‘ird, hifz al-karāmah). Three reconstructed values (professional ethics, affirmation of dignity, and women’s protection in the public sphere) redirect Qur’anic interpretation toward partnership rather than hierarchy. Theoretically, this study contributes to contemporary tafsir discourse by promoting context-aware gender justice; practically, it informs equitable and safe workplace ethics. The research concludes that Qur’anic values provide a theological and ethical foundation for women’s empowerment in modern professional spaces.