Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Moderasi Beragama Berbasis Ahlussunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah Pada Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro (Forsilum) Desa Sriminosari Lampung Timur Dwi Maharani, Shintha; Arifin, Hamdan; Arie Wahyudi, Meirza; Maulana, Rizki; Istikomah, Dewi; Bahrudin; Asmerianti, Dian widia; Trisnayanti, Sapna; Habibah, Khusniatul; Andari, Tiwi; Marchaela Aulia, Tazka; Trisnawati Alawiyah, Ika
Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : CV. Edutechnium Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71365/ejpm.v3i1.77

Abstract

Desa Sriminosari di Lampung Timur mengalami beberapa permasalahan, di antaranya minimnya komunikasi antara tokoh agama (ulama) dan pemerintah setempat (umaro), pemahaman tentang moderasi beragama yang masih terbatas, serta belum tersedianya forum resmi untuk berdialog. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi antara ulama dan umaro, meningkatkan pemahaman tentang moderasi beragama berdasarkan prinsip Ahlussunnah Wal Jama'ah An Nahdliyah (ASWAJA), membentuk forum dialog resmi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kerja sama. Program unggulan bernama FORSILUM (Forum Silaturahmi Ulama dan Umaro) diadakan pada 24 Februari 2025 di Masjid Baiturrahim, Dusun 4. Metode yang diterapkan adalah ABCD (Asset-Based Community Development), dengan lima tahapan utama: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Pendekatan ini menjamin bahwa program berfokus pada pemanfaatan aset lokal dan melibatkan partisipasi aktif warga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang moderasi beragama serta terjalinnya sinergi antara ulama dan umaro melalui FORSILUM. Masyarakat juga semakin memahami pentingnya kolaborasi dalam menciptakan desa yang harmonis. FORSILUM direncanakan untuk diadakan secara berkala setiap 2-3 bulan sekali sebagai sarana dialog berkelanjutan. Diharapkan, program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menciptakan kehidupan beragama yang moderat dan harmonis.
Konsep Interaksi Sosial Asosiatif dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsīr Al-Munīr Dan Tafsīr Al-Mīṣbaḥ): Studi Komparatif Tafsīr Al-Munīr dan Tafsīr Al-Mīṣbaḥ Andari, Tiwi; Mushodiq, M. Agus; Nur Amin, Muhammad
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.55241

Abstract

This study examines the concept of associative social interaction in the Qur’an through a comparative analysis of the interpretations by Wahbah az-Zuhaili in Tafsīr Al-Munīr and M. Quraish Shihab in Tafsīr al-Miṣbāḥ, as well as examining its relevance to social interaction theory according to Ahmad Siddiq and Soerjono Soekanto. This study is motivated by the importance of understanding Qur’anic social values in fostering harmonious social relationships within today’s modern society. The method employed is qualitative research using a comparative exegesis approach. The results of the study indicate that the concept of associative social interaction in the Qur’an is reflected in the values of ta‘āwun (cooperation), ta‘āruf (getting to know one another), and social responsibility, as contained in the ijtimā‘iyyah verses. Both exegetes agree that social interaction must be grounded in goodness and piety. The difference lies in the fact that Wahbah Az-Zuhaili places greater emphasis on rules and legal consequences, whereas M. Quraish Shihab emphasizes humanistic values and their application in contemporary life. Furthermore, this concept has strong relevance to the thought of Ahmad Siddiq through his Trilogy of Ukhuwwah as well as Soerjono Soekanto’s theory of associative social interaction. Thus, the social values in the Qur’an can be applied in daily life to build a society that is peaceful, harmonious, and mutually respectful.