Kusumawati, Maharani Ayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Instagram sebagai Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja (Studi Kasus Akun @Tabu.id dengan Use and Gratification Theory) : Utilization of Instagram as a Source of Adolescent Reproductive Health Information (Study of the @Tabu.id Account with Use and Gratification Theory) Ayu Khoirotul Umaroh; Fajrin, Rahmawati; Kusumawati, Maharani Ayu; Muhadzib, Muhammad Arkan; Haryudha; Elisabet, Belinda Meliana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2944

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan SDKI 2017, remaja Indonesia yang pernah melakukan hubungan seksual pada usia 10-24 tahun adalah sekitar 1,5% anak perempuan dan 7,6% anak laki-laki. Akibatnya, meningkatkan risiko aborsi, HIV AIDS, dan infeksi menular seksual. Faktor pendukung yang dapat mempengaruhi perilaku adalah informasi. Salah satu akun instagram terbesar di Indonesia yang peduli dengan masalah kesehatan reproduksi dan seksual serta berbagi informasi adalah Tabu.id. Tujuan: Penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana manfaat dan kepuasan yang dirasakan oleh pengikut akun @Tabu.id dengan menggunakan teori use and gratification. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari sembilan remaja pengikut @Tabu.id. Instrumen penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur untuk pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan alat bantu OpenCode 4.02. Hasil: Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa informan mengikuti akun Tabu.id karena merasa isi informasi kesehatan reproduksi mudah dipahami, pesan disampaikan secara eksplisit, tidak menghakimi, sesuai kebutuhan remaja, dan beberapa pesan diproduksi dalam bentuk video. Para informan yang aktif secara seksual mengungkapkan bahwa isinya membantu mereka untuk lebih sadar menggunakan kontrasepsi, berhubungan seks dengan aman, dan mendapatkan kontak konsultasi. Informan juga membagikan dan mendiskusikan isinya kepada teman-temannya. Kesimpulan: Variabel manfaat dan kepuasan memiliki empat tema yaitu hiburan, hubungan pribadi, identitas pribadi, dan pengawasan. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan studi kuantitatif untuk melihat hubungan antara konten Tabu.id dengan manfaat dan kepuasan yang diperoleh pengikut berdasarkan pengalaman seksual pengikut akun tersebut.
PROGRAM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER AISYIYAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WONOSOBO Indriyani, Yeni; Purnamasari, Salsabila; Werdani, Kusuma Estu; Kusumawati, Maharani Ayu; Fajrin, Rahmawati; Ichsan, Burhannudin; Umaroh, Ayu Khoirotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29276

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo khususnya di Desa Butuh Lor, yang memiliki prevalensi kasus stunting tinggi sebesar 56,52% pada tahun 2023. Berbagai faktor penyebab, meliputi kondisi ekonomi, pola asuh, asupan gizi, dan sanitasi yang kurang memadai. Upaya pemerintah desa dan kader kesehatan dalam pencegahan stunting masih belum optimal, sehingga diperlukan adanya suatu intervensi program berbasis pelatihan dan pendampingan kader. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas softskill (komunikasi, advokasi, dan edukasi) dan hardskill (pemeriksaan antropometri, pemantauan tumbuh kembang, dan intervensi gizi) dalam pencegahan stunting melalui pelatihan dan pendampingan, sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis desa untuk pencegahan stunting di Desa Butuh Lor, Wonosobo. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan penyusunan policy brief sederhana untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader sebesar 40% dan keterampilan kader sebesar 40% serta menghasilkan rancangan sederhana kebijakan untuk pencegahan stunting. Program ini berkontribusi pada penguatan peran kadder dan komitmen pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a major health problem in Indonesia, including in Wonosobo Regency, especially in Butuh Lor Village, which has a high prevalence of stunting cases of 56.52% in 2023. Various causal factors include economic conditions, parenting patterns, nutritional intake, and inadequate sanitation. The efforts of the village government and health cadres in preventing stunting are still not optimal, so a program intervention based on training and mentoring for cadres is needed. This community service aims to increase the capacity of soft skills (communication, advocacy, and education) and hard skills (anthropometric examinations, growth and development monitoring, and nutritional interventions) in preventing stunting through training and mentoring, while supporting the formulation of village-based policies for preventing stunting in Butuh Lor Village, Wonosobo. The implementation method includes the preparation, implementation, and monitoring and evaluation stages. Activities involve training, Focus Group Discussions (FGDs), and the preparation of simple policy briefs to increase the capacity of health cadres. The results of the program show that the training is effective in increasing cadre knowledge by 40% and cadre skills by 40% and produce a simple policy design for stunting prevention. This program contributes to strengthening the role of cadres and the commitment of village governments in stunting prevention efforts.