Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Tambora Leaf Extract (Ageratum Conyzoides) on the Healing of Abrasions in White Rats (Rattus Norvegicus) Galur Sprague Dawley Ratih, Oktaviana; Nunung Herlina; Taufik Septiawan
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v2i2.175

Abstract

The tambora plant known as ground bile or bandotan in Central Kalimantan, has a variety of benefits due to the content of secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, phenols, and saponins. This study aims to determine the effect of tambora leaf extract (Ageratum Conyzoides) on abrasion wound healing in white rats (Rattus Norvegicus) Sprague Dawley. Extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol solvent, and tested at three different concentrations of 0.25%, 0.5%, and 1%, as well as positive control using Bioplacenton ointment. To analyze the data, the Shapiro-Wilk normality test was used, and the p-value of 0.10 was greater than 0.05. The results showed that tambora leaf extract has antibacterial, antioxidant, and anti-inflammatory effects that support the healing process of blisters. Tambora leaf extract with a concentration of 1% (P3) proved to be the most effective in accelerating wound healing. The administration of tambora leaf extract (Ageratum Conyzoides) is proven to accelerate the healing of abrasions in Sprague Dawley white rats without causing infection or allergic reactions. Further research is recommended to compare with other ingredients, use different extract concentrations, and involve more samples. In addition, microscopic examination and clinical trials in humans also need to be carried out.
Analisis Efektivitas Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea Ruang Kebidanan RSUD Moeis Samarinda Ratih, Oktaviana; Feriani, Pipit; Wahyuni, Tri; WH, Joanggi
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.594

Abstract

Nyeri setelah operasi caesar merupakan keluhan umum di kalangan ibu baru dan dapat mengganggu mobilitas, istirahat, pemulihan, dan menyusui. Manajemen nyeri biasanya melibatkan pengobatan, tetapi hal ini dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan terapi non-obat, seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan untuk menentukan efektivitas PMR dalam mengurangi nyeri pasca operasi caesar pada ibu yang dirawat di bangsal kebidanan Rumah Sakit Daerah Moeis di Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan intervensi berupa terapi PMR yang dilakukan dua kali sehari, dengan waktu 20 menit, selama tiga hari. Intensitas rasa sakit diukur sebelum dan setelah pemberian intervensi menggunakan (VAS). Hasil menunjukkan bahwa rasa sakit berkurang dari skala 5 menjadi skala 2 setelah menjalani terapi PMR selama 3 hari. PMR dilakukan dua kali sehari selama dua puluh menit. Teknik ini bisa membuat otot lebih rileks, mengurangi ketegangan, serta membantu pasien fokus pada hal lain sehingga rasa sakit terasa lebih ringan. Selain itu, teknik ini juga bisa memperkecil kerja sistem saraf yang membuat otot tegang dan meningkatkan kerja sistem saraf yang membuat otot rileks, sehingga rasa sakit yang dirasakan bisa berkurang. pKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik terapi PMR efektif digunakan sebagai cara pengobatan tanpa obat untuk mengurangi rasa nyeri setelah prosedur operasi sectio caesarea. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan maternitas.