Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea Ruang Kebidanan RSUD Moeis Samarinda Ratih, Oktaviana; Feriani, Pipit; Wahyuni, Tri; WH, Joanggi
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.594

Abstract

Nyeri setelah operasi caesar merupakan keluhan umum di kalangan ibu baru dan dapat mengganggu mobilitas, istirahat, pemulihan, dan menyusui. Manajemen nyeri biasanya melibatkan pengobatan, tetapi hal ini dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan terapi non-obat, seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan untuk menentukan efektivitas PMR dalam mengurangi nyeri pasca operasi caesar pada ibu yang dirawat di bangsal kebidanan Rumah Sakit Daerah Moeis di Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan intervensi berupa terapi PMR yang dilakukan dua kali sehari, dengan waktu 20 menit, selama tiga hari. Intensitas rasa sakit diukur sebelum dan setelah pemberian intervensi menggunakan (VAS). Hasil menunjukkan bahwa rasa sakit berkurang dari skala 5 menjadi skala 2 setelah menjalani terapi PMR selama 3 hari. PMR dilakukan dua kali sehari selama dua puluh menit. Teknik ini bisa membuat otot lebih rileks, mengurangi ketegangan, serta membantu pasien fokus pada hal lain sehingga rasa sakit terasa lebih ringan. Selain itu, teknik ini juga bisa memperkecil kerja sistem saraf yang membuat otot tegang dan meningkatkan kerja sistem saraf yang membuat otot rileks, sehingga rasa sakit yang dirasakan bisa berkurang. pKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik terapi PMR efektif digunakan sebagai cara pengobatan tanpa obat untuk mengurangi rasa nyeri setelah prosedur operasi sectio caesarea. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan maternitas.
Analisis Praktik Keperawatan Terapi Pijat Kaki Minyak Zaitun pada Gangguan Pola Tidur Post Sectio Caesarea di RSUD I.A Moeis Samarinda Diah Pitriana, Nur Azizah; Feriani, Pipit; Wahyuni, Tri; WH, Joanggi
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.606

Abstract

Ibu postpartum pasca sectio caesarea (SC) sering mengalami gangguan pola tidur yang disebabkan oleh nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kelelahan fisik. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kenyamanan ibu pada masa nifas. Oleh karena itu diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi gangguan pola tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode yang digunakan adalah analisis praktik keperawatan melalui pendekatan studi kasus pada seorang ibu postpartum post sectio caesarea yang dirawat di ruang kebidanan. Asuhan keperawatan dilakukan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang mengacu pada standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Intervensi inovasi berupa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi ±15–20 menit. Hasil pengkajian awal menunjukkan klien mengalami kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, serta durasi tidur yang tidak adekuat. Setelah dilakukan implementasi terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun selama tiga hari, terjadi perbaikan pola tidur yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur malam, berkurangnya frekuensi terbangun, serta meningkatnya rasa relaksasi dan kenyamanan klien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang membantu meningkatkan kualitas tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan maternitas untuk mendukung proses pemulihan ibu pascapersalinan.