Andi Arnoli
Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING (PENTING) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING DI KELURAHAN PABIRINGA Chitra Dewi; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Fadilah Putriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v3i2.391

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang diakibatkan karena efek jangka panjang karena konsumsi yang tidak mendukung perkembangan tubuh dan menyebabkan anak menderita penyakit infeksi. Indonesia termasuk dalam negara yang memberikan kontribusi masalah gizi dunia sebesar 90%. Masalah gizi yang terjadi dapat menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan, tingginya angka absensi dan tingginya angka putus sekolah. Sulawesi Selatan yang dikenal dengan lumbung pangan justru memiliki angka stunting yang lebih tinggi dari angka nasional dan cenderung meningkat setiap periode. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita tentang pencegahan stunting (penting) sebagai upaya untuk menurunkan kejadian stunting di Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Ceramah dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana stunting yang kemudian dibagi menjadi beberapa tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses persiapan dimulai dengan membentuk tim pelaksana kegiatan, melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, pelaksanaan dengan pemberian kuesioner pre posttest, dan pemberian penyuluhan dengan metode ceramah interaktif. Jumlah responden yang mengikuti penyuluhan sebesar 20 orang. Hasil: Menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah mengikuti penyuluhan pencegahan stunting sebesar 60% yang ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman terhadap pengetahuan dengan kategori cukup dari 15% menjadi 75%. Kesimpulan: Penyuluhan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu terhadap pencegahan stunting sebagai langkah nyata untuk mendukung perubahan kebiasaan dalam mengoptimalkan pencegahan stunting. Saran, diperlukan pemberian informasi yang lebih masif, edukasi tentang makanan yang dapat meningkatkan status gizi anak dan ibu hamil, serta kolaborasi lintas sektor.
PROGRAM KELUARGA SADAR GIZI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI KELURAHAN BALANG TOA KECAMATAN BINAMU Chitra Dewi; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Renaldi M; Fadilah Putriana; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.423

Abstract

Latar belakang: Seribu hari pertama kehidupan menjadi periode emas untuk pembangunan kecerdasan dan kesehatan anak melalui nutrisi yang diterima. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Kegiatan ini menggunakan penyuluhan dengan mtode ceramah yang disertai dengan pre dan post test responden untuk mendapatkan gambaran pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dilaksanakan. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah wanita usia subur, ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita sebanyak 18 orang. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada pre test, sebanyak 12 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan kurang tentang 1000 hari pertama kehidupan. Sedangkan, jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang pada saat post test menjadi 1 orang (5,6%). Artinya, terjadi penurunan jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 61,1%. Kesimpulan: Masih rendahnya pemahaman responden menjadi tantangan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mendukung peningkatan status gizi dan perbaikan gizi terutama bagi kelompok rentan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman wanita dalam pemenuhan nutrisi bagi dirinya, baik sebelum masa kehamilan, pada saat hamil akan memberikan dampak bagi peningkatan kejadian stunting, yang akhirnya berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi selanjutnya.
PENCEGAHAN DEMAN BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI EDUKASI DAN PEMBAGIAN ABATE DI KELURAHAN LAPPA KABUPATEN SINJAI Andi Yulia Kasma; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Novitasari Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.599

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi dan pengendalian lingkungan, termasuk pemanfaatan abate. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah preventif terhadap penyebaran DBD. Metode: Kegiatan dilakukan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, yang dihadiri 7 kepala lingkungan dan 7 ibu kader dari perwakilan masing-masing lingkungan, dengan pendekatan penyuluhan menggunakan media proyektor, diskusi interaktif, dan pembagian abate kepada masyarakat melalui kepala lingkungan dan kader kesehatan. Hasil: Peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengenal bahaya DBD, serta mengetahui cara penggunaan abate. Kegiatan ini juga membantu mendeteksi dan menanggulangi potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal warga. Kesimpulan: Penyuluhan yang dikombinasikan dengan pembagian abate secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pencegahan yang berkelanjutan. Kata kunci: Sanitasi lingkungan, abate, DBD, penyuluhan, gerakan 3M Plus