Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Sistem Informasi Kesehatan Pada Pelayanan Rekam Medis di Rumah Sakit Pelamonia Tk.II Makassar Andi Ayumar; Andi Yulia Kasma; Andi Pratiwi Rachmadhani
Jurnal Promotif Preventif Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v3i2.174

Abstract

Pencatatan data riwayat kesehatan pasien adalah hal yang penting dalam dunia medis dan dikenal dengan istilah data rekam medis. Selama pasien melakukan pemeriksaan atau menjalani perawatan medis oleh dokter atau suatu instansi medis, maka status kesehatan pasien akan dicatat sebagai data rekam medis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sistem informasi kesehatan pada pelayanan rekam medis di Rumah Sakit Pelamonia Tk.II Makassar Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang menggambarkan keadaan suatu fenomena, dalam penelitian ini tidak dimaksud untuk menguji hipotesis tertentu tetapi hanya menggambarkan apa adanya suatu variabel, gejala atau keadaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam menganalisis sistem informasi kesehatan pada pelayanan rekam medis di Rumah Sakit Pelamonia Tk.II Makassar yang sesuai dengan SOP rekam medis. Simpulan dari penelitian ini yaitu sistem informasi kesehatan pada pelayanan rekam medis di Rumah Sakit Pelamonia Tk.II Makassar sudah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh Karumkit Tk.II 07.05.01 Pelamonia Nomor Kep/205/AK/IX/2014 tanggal 09 September 2014 tentang Keamanan Data dan Informasi. Sebagai saran, agar rumah sakit khususnya bagian rekam medis mempertahankan bahkan lebih meningkatkan kinerjanya untuk melayani pasien.
OBESITAS PADA ORANG DEWASA ANGGOTA KELUARGA MISKIN DI KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN PINRANG Nadimin Nadimin; Ayumar Ayumar; Fajarwati Fajarwati
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 3: SEPTEMBER 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.537 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i3.521

Abstract

Saat ini, masalah obesitas ternyata tidak hanya terjadi pada masyarakat dengan keadaan ekonomi menengah ke atas, tetapi tidak sedikit yang ditemukan pada keluarga-keluarga miskin. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anggota keluarga miskin. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study, dilaksanakan di Kelurahan Tadokkong Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Sampel penelitian adalah anggota keluarga miskin berumur >18 tahun dipilih secara purposive sampling. Penentuan obesitas menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan dikumpulkan dengan metode food frekuensi, dan data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (Global Physical Activity Questionnaire/ GPAQ) dari WHO. Proporsi penderita obesitas pada keluarga miskin di tempat penelitian mencapai 22,4%. Kebanyakan penderita obesitas berjenis kelamin perempuan (88,25%), umur >25 tahun (100%), memiliki orang tua yang obesitas (88,25%), pola makan kurang baik (32.9%), dan aktivitas fisik ringan (88,25%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan jenis kelamin (p=0,049), umur (p=0,000), keturunan (p=0,000), pola makan (p=0,000), dan aktivitas fisik (0,000). Kesimpulannya, yaitu faktor jenis kelamin, umur, keturunan, pola makan dan aktivitas fisik merupakan penyebab terjadinya obesitas pada anggota keluarga miskin di Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.
Description Of Dysmenorrhea Handling In Young Women Of SMA Negeri 1 Ulaweng, Palakka District, Bone Regency Andi Ayumar; Andi Yulia Kasma; Haslinda Haslinda
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 1 No 1 (2021): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.657 KB) | DOI: 10.47650/pjphsr.v1i1.220

Abstract

Dysmenorrhea adalah nyeri pada daerah panggul akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin. Seringkali dimulai segera setelah mengalami menstruasi pertama (menarche). Nyeri berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita nyeri bisa terus dialami selama periode menstruasi. Di Amerika Serikat, prevalensi dysmenorrhea diperkirakan 45-90%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penanganan dysmenorrhea pada Remaja Putri SMA Negeri 1 Ulaweng Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Negeri1 Ulaweng Kecamatan Palakka Kabupaten Bone sebanyak 113 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 113 responden sebagian besar responden melakukan penanganan dysmenorrhea dengan farmakologi yaitu sebanyak 61 siswi (54,0%), dan yang melakukan penanganan dysmenorrhea dengan nonfarmakologi yaitu sebanyak 52 siswi (46,0%). Diharapkan kepada siswi untuk lebih menambah wawasan tentang penanganan dysminorrhea baik dari orang lain, media cetak maupun elektronik.
Simulation Game to Improve Knowledge and Attitude of Female Students Regarding Personal Hygiene During Menstruation Andi Yulia Kasma; Marisna Eka Yulianita; Jufri Jufri; And Ayumar
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.905 KB)

Abstract

Personal hygiene during menstruation is crucial and should be carefully considered by every female student since poor personal hygiene can lead to disorders of the reproductive tract and organs. According to the 2020 Population Census results, Indonesia's population in 2020 was 270,203,917 (as of September 2020), with female adolescent aged 10 to 19 years by 22.73 million, or 48.49 percent of the overall youth population. This study aims to recognize the impact of simulation game approach to female adolescents’ knowledge and attitudes regarding personal hygiene during menstruation. This study is Quasi Experiment with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The participants were all female students in that number of samples was 64 respondents selected by purposive sampling. Snakes and ladders online games and true-false games are among the simulation games applied. The results of statistical tests obtained p = 0.000 (p<0.05) for knowledge variable and p = 0.000 (p<0.05) for attitude variable, indicated that there was a significant difference in the average score of respondents' knowledge and attitudes before and after they participate in a simulation game. It concluded that health education regarding personal hygiene during menstruation for female adolescent through simulation game (Persimu) may improve the knowledge and attitudes of female students at SMPN 12 Makassar so that they can behave in excellent menstrual hygiene. It is encouraged to school to provide frequent health education concerning personal hygiene during menstruation so that students can practice adequate menstrual hygiene.
LATIHAN YOGA DAN JALAN CEPAT TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA WANITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TAMALANREA Sriwahyuni Yuni; Jamilah Kasim; Sri Darmawan; Andi Ayumar; Andi Yulia Kasma; Nadia Nurfaizah; Indra Saputra
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3370

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang jumlahnya meningkat setiap tahun disebabkan oleh gangguan penyerapan gula darah oleh tubuh sehingga membuat kadar dalam darah tinggi.  penyakit ini didominasi oleh perempuan karena perempuan cenderung stres yang menyebabkan terjadinya peningkatan hormone kortisol sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh yang berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup penderita bila tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Salah satu upaya untuk pengendalian penyakit diabetes mellitus dengan non farmakologi adalah meningkatkan dan mengatur aktivitas latihan fisik ( Yoga dan Jalan Cepat) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas latihan Yoga dan Jalan Cepat terhadap Perubahan Kadar Gula Darah sewaktu pada Wanita Diabetes Mellitus. Metode Quasi Eksperimental dengan desain Pre dan Post test Subyek sebanyak 44 orang  terdiri  kelompok intervensi dan control  hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah pre adalah 217,75 mg/dl dengan nilai minimal 113 mg/dl dan nilai maksimal 500 mg mg/dl sedangkan rata-rata kadar gula darah post 143,50 mg/dl dengan nilai minimal 82 mg/dl dan nilai maksimal 337 mg/dl. Perbedaan nilai rata-rata kadar gula darah Pre-Post sebesar 74,25 mg/dl sehingga selisih kelompok control 6,83 dan kelompok intervensi 18,17.  sedangkan pada jalan cepat kelompok intervensi Pre rata-rata 291,45 mg/dl dengan standar deviasi 35,953 atau dikategori krisis hiperglikemia dengan kadar gula darah sewaktu hampir mencapai >300 mg/dl. Dan pada kelompok control rata-rata kadar gula dara sewaktu 272,25 mg/dl, setelah diberikan perlakuan yaitu jalan cepat  kelompok intervensi didapatkan rata-rata 241,70 mg/dl dan kelompok control rata-rata 275 mg/dl hal ini menunjukkan terjadinya perubahan kadar gula darah rerata perubahan menurun sebesar 55,75 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol yaitu meningkat sebesar 2,80 mg/dl. pemberian latihan jalan cepat selama 10-30 menit  dengan jarak tempuh 2 Km dapat disimpulkan bahwa ada penagruh  latihan fisik baik yoga maupun jalan cepat, saran agar penderita diabetes mellitus dapat melakukan secara rutin agar tetap mampu menjaga kadar gula darah sewaktu dalam keadaan normal.
The risk of causing diabetes mellitus in the adult to elderly age group Eka Yulianita, Marisna; ABD. Rahman; Dewi, Chitra; Andi Wahyuni; Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 2 No. 2 (2023): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v2i2.16

Abstract

Introduction: Indonesia is the fifth country with the highest number of Diabetes Mellitus (DM) sufferers in the world and is expected to reach 28.57 million in 2045. Diabetes Mellitus is a non-communicable disease that can affect anyone where knowledge, lifestyle and quality of life contribute to its incidence. the severity of the effects of the disease. The research objective was to determine knowledge, lifestyle, and quality of life of DM sufferers in rural areas. Methods: The design of this research is descriptive research. The sample of this study were 85 DM sufferers who were obtained using the technique purpossive sampling. Retrieval of data using Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ), and WHOQOL-BREF. Results: The results of this study indicate that the respondents' knowledge about diabetes mellitus is good (89.4%), the lifestyle of people with diabetes mellitus is good (87.1%), and the quality of life of people with diabetes mellitus is good (92.9%). Conclusions: This shows the knowledge, lifestyle and quality of life in diabetics is quite good. Based on the results of the study it was concluded that the knowledge, lifestyle and quality of life of DM sufferers were in the good category.
Revitalisasi Tanaman Obat Keluarga Di Puskesmas Sappa Kec. Belawa, Kab. Wajo Ayumar, Andi; Kasma, Andi Yulia; S, Suarni; Al’mardhiyah, Andi Putri Ainaa; Wahyuni, Andi; Yulianita, Marisna Eka
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2024): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v4i03.279

Abstract

Dalam upaya pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berdasarkan hasilsurvey dan observasi, ditemukan adanya permasalahan pada tanaman obat khususnya tanaman obat herbalyang ada di Puskesmas Sappa Desa Sappa Kec. Belawa Kab. Wajo dengan kondisi yang sudah tidak terawatdengan baik dan cendrung terbengkalai serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaattanaman obat beserta jenisnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyadarkan masyarakat akanpentingnya tanaman obat bagi kesehatan, dan pada pelaksanaan pengabdian ini sekaligus diberi papaninformasi yang berisi jenis, nama ilmiah beserta manfaatnya dan masyarakat yang datang ke puskesmasdapat memperoleh informasi yang bertujuan untuk mengetahui pentingnya tanaman obat keluarga atauherbal dengan melihat papan informasi tanaman tersebut dan sekaligus diberikan edukasi tambahanmengenai jenis dan manfaat tanaman obat tersebut kepada masyarakat jika masyarakat berkunjung kepuskesmas. Hasil dari kegiatan tersebut adalah bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai varianjenis dan manfaat tanaman obat bagi kesehatan. Dengan dilaksanakan kegiatan Revitalisasi Tanaman ObatKeluarga dan edukasi ini diharapkan semua masyarakat dapat termotivasi untuk dapat melestarikantanaman obat sebagai alternative dari upaya pencegahan dan pengobatan kejadian penyakit tertentu.
The Relationship between Online Game Addiction and Verbal Bullying in Adolescents at a Junior High School in Makassar Zulkarnaen, Iskandar; Pawenrusi, Esse Puji; Ayumar, Andi; Bairsady, Riona Fransina
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1872

Abstract

Online gaming addiction is the habit of playing games excessively, exceeding 3-4 hours per day. Meanwhile, verbal bullying is a form of bullying carried out through words such as nicknames, reproaches, and cruel criticism. According to WHO (2020), the prevalence of verbal bullying in Indonesia reached 37% in girls and 42% in boys. The purpose of this study aims to determine the relationship between online game addiction and verbal bullying in adolescents at Advent Makassar Junior High School. The method of this study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The number of respondents was 69 students who were taken through total sampling technique. The research instrument is a questionnaire that has been validated and used to measure the level of online game addiction and the intensity of verbal bullying. The results showed that of the 50 respondents who experienced online game addiction, 41 students (82.0%) had a high level of verbal bullying, and 9 students (18.0%) had a low level. While of the 19 respondents who were not addicted, 7 students (36.8%) experienced high verbal bullying and 12 students (63.2%) at a low level. The chi-square test results show a p value = 0.001 (p < 0.05), which means there is a significant relationship between online game addiction and verbal bullying. The conclusion is that there is a significant relationship between online game addiction and verbal bullying behavior among adolescents at Advent Junior High School Makassar.
The Relationship Between Binge Watching and Sleep Quality of Undergraduate Nursing Students at Makassar Health Science College Hardianti, Hardianti; Hatta, Muh.; Ayumar, Andi; Irbahyani, Nabilah
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 2 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i2.1873

Abstract

Binge watching, or binge watching a series at a time, is an increasingly common phenomenon among college students and has the potential to affect sleep quality. Poor sleep quality can have a negative impact on students' physical, mental health and academic performance. This study aims to determine the relationship between binge watching behavior and sleep quality in undergraduate nursing students at the Makassar Health Sciences College. This study used quantitative methods with an analytic observational design and a cross-sectional approach. The study population was all 133 nursing students, with a sample of 100 respondents selected using total sampling technique. Data were collected using binge watching behavior questionnaire and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis was performed using Kolmogorov-Smirnov test. The results showed a significant relationship between binge watching behavior and students' sleep quality (p = 0.036; p < 0.05). It can be concluded that binge watching behavior affects students' sleep quality, so it is recommended to reduce this habit to improve quality of life and academic achievement.
Gambaran kepuasan pasien pada mutu pelayanan kesehatan di puskesmas Pattallassang Utami, Hasniah Rezki; Ayumar, Andi; Dewi, Chitra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.596

Abstract

Background: Quality of health services is the level of health services for individuals and communities that can improve optimal health outcomes. Patient satisfaction is the result of patient opinions and assessments of the performance of services provided by health care facilities. Quality health services and affordable costs according to the purchasing power of the community and paying attention to intervention standards that are considered safe are very much needed by patients and the community. Purpose: To determine the description of patient satisfaction with the quality of health services at the Pattallassang Health Center. Method: A descriptive observational study using accidental sampling technique was conducted at Pattallassang Health Center in December 2022 - February 2023 with a population of 1,555 patients and a sample of 318 patients through filling out a questionnaire and analyzed using univariate analysis. Results: The majority of respondents were aged 19-59 years (91.5%), female gender as many as 231 respondents (72.64%) with high school education/equivalent as many as 183 respondents (57.5%), and housewife occupation as many as 159 respondents (50.0%). The level of patient satisfaction in the responsiveness quality dimension who felt quite satisfied was 316 respondents (99.4%), the level of patient satisfaction in the reliability quality dimension who felt quite satisfied was 318 respondents (100%), the level of patient satisfaction in the assurance quality dimension who felt quite satisfied was 318 respondents (100%), the level of patient satisfaction in the empathy quality dimension who felt quite satisfied was 317 respondents (99.7%) and the level of patient satisfaction in the tangible quality dimension who felt quite satisfied was 317 respondents (99.7%). Conclusion: The quality dimensions of responsiveness, reliability, assurance, empathy, and tangible showed that respondents were quite satisfied with the health service facilities.   Keywords: Health Facilities; Quality of Service; Satisfaction.   Pendahuluan: Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat layanan kesehatan untuk individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan secara optimal. Kepuasan pasien adalah hasil pendapat dan penilaian pasien terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bermutu dan biaya terjangkau sesuai daya beli masyarakat serta memperhatikan standar intervensi yang dianggap aman sangat dibutuhkan oleh pasien dan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas  Pattallassang. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan teknik accidental sampling dilakukan di Puskesmas Pattallassang pada bulan Desember 2022–Februari 2023 dengan jumlah populasi sebanyak 1,555 pasien dan  sampel sebanyak 318 pasien melalui pengisian kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Mayoritas responden berusia 19-59 tahun (91.5%), jenis kelamin perempuan sebanyak 231 responden (72.64%) dengan pendidikan SMA/sederajat sebanyak 183 responden (57.5%), dan pekerjaan IRT sebanyak 159 responden (50,0%). Tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu responsiveness (cepat tanggap) yang merasa cukup puas sebanyak 316 responden (99.4%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu reliability (kehandalan) yang merasa cukup puas sebanyak 318 responden (100%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu assurance (jaminan) yang merasa cukup puas sebanyak 318 responden (100%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu empathy (empati) yang merasa cukup puas sebanyak 317 responden (99.7%) dan tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu tangible (bukti fisik) yang merasa cukup puas sebanyak 317 responden (99.7%). Simpulan: Dimensi mutu responsiveness (daya tanggap), reliability (kehandalan), assurance (jaminan),  emphaty (empati), dan tangible (bukti langsung), didapatkan penilaian responden sudah cukup puas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Fasilitas Kesehatan; Kepuasan; Mutu Pelayanan.