Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Peran Kepemimpinan Walikota Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kota Bekasi Defalia Widamutia; Budi Supriyatno; Azis Hakim
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7568

Abstract

Bekasi City, as one of the largest metropolitan cities in Indonesia, exhibits high dynamics and complexity across various aspects, including community welfare. The Mayor of Bekasi holds the mandate to lead and manage the city’s administration, formulate policies and development programs, and ensure the achievement of development goals, including the improvement of community welfare. This article focuses on analyzing the role of the Mayor of Bekasi in fostering community welfare in the city. The research employs a qualitative method with descriptive analysis to examine the influence of leadership on community welfare in Bekasi. The findings indicate that the level of community welfare in Bekasi City has shown significant improvement over the past 10 years (2014–2024).
Peran Pusat Polisi Militer TNI Dalam Menangani Pelanggaran Hukum di Lingkungan TNI Arif Ramdani; Budi Supriyatno; Ade Reza Hariyadi; Veithzal Rivai Zainal; Aziz Hakim
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8673

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: a) peran Pusat Polisi Militer TNI dalam menangani pelanggaran hukum di lingkungan TNI serta tingkat efektivitasnya; b) kendala utama yang dihadapi Pusat Polisi Militer TNI dalam penegakan hukum militer; dan c) strategi optimalisasi peran Pusat Polisi Militer TNI dalam penegakan hukum militer. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan 10 orang key informan yang terdiri dari informan internal (Satuan Penegakkan Hukum, Satuan Tindak Pidana Militer dan Umum, Satuan Tindak Pidana Khusus) dan informan eksternal (akademisi, praktisi hukum, tokoh masyarakat, dan aktivis HAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Peran Pusat Polisi Militer TNI dalam menangani pelanggaran hukum di lingkungan TNI dilaksanakan melalui tiga fungsi utama yaitu fungsi preventif, preemptif, dan represif. Fungsi preventif dilaksanakan melalui penyuluhan hukum, pemantauan disiplin satuan, dan sistem peringatan dini namun belum optimal karena keterbatasan SDM dan jangkauan geografis. Fungsi preemptif dilakukan melalui pemeriksaan urine acak, konseling, dan program mentor-mentee namun masih lemah karena keterbatasan kapasitas intelijen. Fungsi represif telah berjalan sesuai prosedur dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 88% (15 dari 17 perkara), namun masih terhambat oleh keterlambatan pelimpahan perkara, lamanya pengusulan Penasehat Hukum, ketergantungan pada pihak eksternal untuk forensik, dan perbedaan persepsi antara penyidik dan oditur. b) Kendala utama yang dihadapi meliputi tiga kategori: keterbatasan sumber daya manusia (kekurangan 5 personel penyidik atau 42% dari DSPP), keterbatasan sarana dan prasarana (ketiadaan laboratorium forensik internal dan ruang tahanan sendiri), serta tantangan struktur organisasi dan koordinasi kelembagaan (tidak adanya jalur komando vertikal dengan Polisi Militer Angkatan). c) Strategi optimalisasi peran Puspom TNI harus dilaksanakan melalui tiga pilar utama yaitu penguatan sumber daya manusia, modernisasi sarana dan prasarana, serta reformasi struktur organisasi dan koordinasi kelembagaan yang diimplementasikan secara bertahap.
Digital Moral Philosophy of Leadership Simplicity: A Netnographic Study of Public Perception: Filsafat Moral Digital tentang Kesederhanaan Kepemimpinan: Studi Netnografi atas Persepsi Publik Taufikin Taufikin; Budi Supriyatno; Ranowijaya
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.7045

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the philosophical construction of leadership simplicity in the digital space through ontological, epistemological, and axiological perspectives. Design/methodology/approach: This study employs a qualitative, netnographic design. Data were collected from 518 public comments on Instagram posts from the @arsip.peristiwa account featuring figures of simple leadership, along with interaction data in the form of likes and shares. Purposive sampling was used to ensure data relevance. Analysis was conducted through thematic analysis combined with philosophical interpretation. Data validity was maintained through triangulation, audit trails, and critical reflection. Findings: Leadership simplicity is constructed in a multidimensional manner. Ontologically, simplicity is understood as the authentic essence of leadership. Epistemologically, knowledge about simplicity is shaped through collective memory, digital narratives, and social comparison. Axiologically, simplicity functions as a primary moral value, a tool for social critique, and a projection of future hopes. Practical Implications: For leaders and practitioners, simplicity must be managed not only as an internal value but also as a consistent public representation in the digital space. Originality/value: This study introduces the concept of the Digital Moral Ontology of Leadership Simplicity as a new theoretical contribution that expands understanding of leadership in the digital age, while also opening up new methodological approaches through the combination of netnography and philosophical analysis. Paper type: Research Paper