Miftahul Aula Sa’adah
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Orangtua yang Memiliki Anak Down Syndrome di Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalimantan Selatan Ayu Rizqie Tamiemie; Miftahul Aula Sa’adah
Al Washliyah : Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Washiliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70943/jsh.v3i1.81

Abstract

Pengasuhan anak dengan down syndrome membutuhkan perhatian khusus karena tantangan dalam perkembangan fisik, mental, dan sosial. Pola asuh orang tua, seperti otoritatif, permisif, atau demokratis, menjadi faktor utama dalam mendukung kemandirian dan kemampuan bersosialisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh dan faktor yang memengaruhinya pada orang tua anggota PIK POTADS Kalimantan Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap tiga orang tua. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh orang tua anak dengan down syndrome bervariasi tergantung pengalaman hidup, kondisi sosial ekonomi, dan dukungan lingkungan. Pola asuh otoriter menekankan disiplin ketat, membuat anak patuh tetapi kurang percaya diri. Pola asuh permisif memberi kebebasan tanpa batasan, sehingga anak kurang disiplin namun lebih ekspresif. Pola asuh demokratis menyeimbangkan kebebasan dan aturan, mendorong kemandirian serta keterampilan sosial anak. Faktor yang memengaruhi pola asuh meliputi pengalaman masa lalu, usia pernikahan, dukungan keluarga, dan lingkungan. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi orangtua dalam mengembangkan pola asuh yang lebih adaptif dan suportif bagi anak dengan down syndrome serta bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap keberhasilan pola asuh dalam keluarga dengan anak down syndrome.
Hubungan Kesadaran Diri dengan Perilaku Social Loafing pada Siswa SMKN 1 Martapura Kamilda; Mulyani; Miftahul Aula Sa’adah
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Mei 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i5.1948

Abstract

This research is motivated by the existence of social loafing behavior in students in group learning, namely the tendency of individuals to reduce effort and responsibility when working together, which is thought to be influenced by self-awareness. This study aims to determine the level of self-awareness, the level of social loafing behavior, and the relationship between the two in students of SMKN 1 Martapura. This study uses a quantitative approach with a field research type, with a population of 601 students and a sample of 239 students determined through cluster random sampling techniques. Data collection uses a Likert scale questionnaire, while data analysis uses the Pearson Product Moment correlation test with the help of SPSS 25. The results show that the level of self-awareness is in the high category and social loafing is in the low category, and there is a negative and significant relationship between self-awareness and social loafing behavior, with a correlation coefficient value of r = 0.652 and a significance of 0.000 (p < 0.05). This indicates that the higher the student's self-awareness, the lower their tendency to engage in social loafing, so increasing self-awareness is important to support the effectiveness of group learning.