Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Menengah Dan Tinggi Terhadap Pengangguran Di Indonesia Dicky Perwira Ompusunggu; Suherman; Elvi Febriyansi; Jepri Anto Priwinata; Mikhael Martin; Vircie Sutandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1107

Abstract

Pengangguran terjadi disebabkan Karena kurangnya kesempatan kerja yang tersedia, melebihi jumlah pencari kerja, ketidakcocokan antara keahlian pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja, pemutusan hubungan kerja, dan kurangnya informasi pasar kerja yang efektif bagi pencari kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah lulusan SMA dan lulusan perguruan tinggi terhadap penggaguran di Indonesia selama periode 1995 hingga 2024. Studi Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda untuk menganalisis data, di mana data tahunan jumlah lulusan dan tingkat pengangguran dikumpulkan dari publikasi resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dalam pengumpulan dan pengolahan data statistik merupakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa lulusan SMA mendominasi jumlah lulusan setiap tahun dan memiliki tingkat pengangguran tertinggi. Uji t menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMA berpengaruh signifikan positif terhadap pengangguran, sementara lulusan perguruan tinggi tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan berdasarkan uji F. Model regresi memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil dapat diandalkan. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi kurikulum SMA untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja, serta sebagai dasar kebijakan dalam menekan pengangguran terdidik di Indonesia.
Analisis Pengaruh BI Rate dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Indonesia Periode 2019-2023: Studi Dengan Model VAR Amelya Rosalina Siringoringo; Enjenli Sihotang; Irene Syukur Niat Wati Harefa; Muhammad Raubeti Attauladan; Ririn Anggraeni; Siti Alma Arisanti; Vircie Sutandi; Dicky Perwira Ompusunggu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.7227

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh kebijakan moneter, yang diwakili oleh BI Rate, dan inflasi terhadap kinerja pasar saham di Indonesia, yang diukur melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), selama periode 2019-2023. Analisis ini menggunakan model Vector Autoregression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM) untuk mengungkap hubungan dinamis jangka pendek dan jangka panjang antar variabel tersebut. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari sumber resmi seperti Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik BI Rate maupun inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar variabel makroekonomi, seperti sentimen pasar, peristiwa global, dan faktor-faktor spesifik industri, mungkin memiliki peran yang lebih dominan dalam memengaruhi pergerakan IHSG. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika pasar saham di Indonesia dan menyoroti perlunya mempertimbangkan faktor-faktor non-makroekonomi dalam analisis kinerja pasar saham. Untuk penelitian di masa depan, disarankan untuk memperluas cakupan data, mempertimbangkan periode yang lebih panjang, dan memasukkan variabel-variabel tambahan yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengaruh kebijakan moneter dan inflasi terhadap pasar saham di Indonesia.