Pengangguran terjadi disebabkan Karena kurangnya kesempatan kerja yang tersedia, melebihi jumlah pencari kerja, ketidakcocokan antara keahlian pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja, pemutusan hubungan kerja, dan kurangnya informasi pasar kerja yang efektif bagi pencari kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah lulusan SMA dan lulusan perguruan tinggi terhadap penggaguran di Indonesia selama periode 1995 hingga 2024. Studi Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda untuk menganalisis data, di mana data tahunan jumlah lulusan dan tingkat pengangguran dikumpulkan dari publikasi resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dalam pengumpulan dan pengolahan data statistik merupakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa lulusan SMA mendominasi jumlah lulusan setiap tahun dan memiliki tingkat pengangguran tertinggi. Uji t menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMA berpengaruh signifikan positif terhadap pengangguran, sementara lulusan perguruan tinggi tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun, secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan berdasarkan uji F. Model regresi memenuhi asumsi klasik, sehingga hasil dapat diandalkan. Temuan ini menekankan pentingnya reformasi kurikulum SMA untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja, serta sebagai dasar kebijakan dalam menekan pengangguran terdidik di Indonesia.
Copyrights © 2025