Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Vokasi (Studi kasus di Politeknik STIBisnis) Rhisty Frida Utami; Wiliyanto
Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration Vol. 4 No. 01 (2026): Tamilis Synex: Multidimensional Collaboration
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/tls.v4i01.1118

Abstract

This study aims to describe in depth the human resource management strategy implemented at the STIBisnis Polytechnic. This study uses a qualitative approach with a case study design to deeply understand the human resource management strategy in the real context of vocational higher education, with the research location at the STIBisnis Polytechnic and purposively selected informants including leaders, lecturers, education staff, and students to obtain a comprehensive perspective. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies of the Strategic Plan, HR SOPs, performance reports, accreditation documents, and industrial collaborations to obtain a factual and contextual picture of HR management practices. Data analysis was carried out interactively following the Miles and Huberman model through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, with validity tests using source triangulation, technical triangulation, and member checking to ensure the credibility of the findings. The results show that the human resource management strategy at the STIBisnis Polytechnic has been designed in an integrated manner with the institution's vision and focuses on improving the quality of vocational education through needs planning, industry-based competency recruitment, and continuous professional development of lecturers. The implementation of a structured performance evaluation system and a collaborative organizational culture has been proven to strengthen the effectiveness of HR policies in improving learning quality, curriculum relevance, and student satisfaction. However, institutions still face challenges in optimizing training based on developments in the digital industry and increasing the number of doctoral-qualified lecturers to strengthen academic competitiveness.
Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) dan Motivasi Kerja terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Harapan Bersama Kota Tegal Rhisty Frida Utami; Endah Pujiastuti; Elsha Adelina Nurhayati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman praktik kerja industri (prakerin) dan motivasi kerja terhadap kesiapan kerja siswa SMK Harapan Bersama Kota Tegal. Kesiapan kerja merupakan faktor penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam menghadapi tuntutan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang. Selain penguasaan kompetensi akademik, siswa perlu memiliki pengalaman kerja nyata dan motivasi kerja yang tinggi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta bersaing di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, pelaksanaan prakerin dan peningkatan motivasi kerja menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk mendukung kesiapan kerja siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XII SMK Harapan Bersama Kota Tegal yang telah mengikuti prakerin. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman prakerin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai signifikansi 0,003 (<0,05). Selain itu, secara simultan pengalaman prakerin dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Disimpulkan bahwa semakin baik pengalaman prakerin dan semakin tinggi motivasi kerja siswa, maka semakin tinggi pula kesiapan kerja siswa. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas prakerin dan pengembangan motivasi kerja siswa.