Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gerakan Literasi Sosial (GELIS) Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak Di Desa Sukamukti Kabupaten Kuningan Nanin Sumiarni; Khasan Aedi; Nelly Husni Laely; Muhammad Fadhli Khairurraja
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.816

Abstract

Membaca membuat individu dapat meningkatkan kecerdasan, mengakses informasi dan juga memperdalam pengetahuan dalam diri seseorang. Semakin sering membaca, semakin luas pengetahuan yang individu miliki. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya minat baca masyarakat dan anak-anak, diantaranya kurangnya akses terhadap buku dan minimnya kegiatan literasi yang menarik serta relevan bagi anak-anak. Dengan menerapkan langkah-langkah konkret melalui implementasi program Gerakan Literasi Sosial (GELIS), diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya adalah membangun budaya literasi yang kuat dan menginspirasi di Desa Sukamukti. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang mana metode PAR didefinisikan sebagai pendekatan dalam proses pemberdayaan masyarakat yang menekankan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai subjek selama keseluruhan proses penelitian. Hasil dari pengabdian gerakan literasi social (GELIS) yaitu terlihat dengan respon antusias anak-anak saat mengikuti kegiatan literasi social yang diadakan selama 3 hari dengan menggunakan pendekatan belajar sambil bermain. Hal ini mencerminkan bahwa anak-anak sudah mulai menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan literasi di wilayah tersebut
Penerapan Model Pembelajaran Imla’ Berorientasi pada Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Arab Hotimin Hotimin; Nelly Husni Laely; Fadillah Prabowo
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 14, No 2 (2025): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.14.2.599-611.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model Imla’ Aktif-Reflektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian dilakukan pada 10 mahasiswa semester II STIT Hidayatunnajah Bekasi selama dua siklus (Februari–Maret 2024). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, portofolio, dan penilaian produk tertulis menggunakan rubrik berpikir kritis mencakup kejelasan ide, argumentasi logis, evaluasi informasi, dan refleksi pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor berpikir kritis dari 9,1 pada Siklus I menjadi 10,4 pada Siklus II, dengan 70% mahasiswa mengalami peningkatan signifikan. Analisis kualitatif menghasilkan enam tema utama: refleksi kognitif, metakognisi, analisis dan interpretasi, argumen dan dialog, penalaran logis, serta tanggung jawab belajar. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran imla yang dikembangkan secara aktif dan reflektif mampu menumbuhkan kesadaran metakognitif dan berpikir analitis mahasiswa. Model ini berimplikasi pada perancangan kurikulum Bahasa Arab berbasis HOTS yang lebih kontekstual dan kolaboratif.
Netflix's Representation in the Case of 'Cyanide Coffee' in the film 'Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso: Critical Discourse Analysis Fairclough Mutakhirani Mustafa; Nelly Husni Laely; Fransiska Densiana; Emi Anggreani; Eka Pitra
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 7 No. 4 (2024): DECEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v7i4.41834

Abstract

This research aims to describe the representation tendencies of Netflix in the documentary film "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso." The study applies a qualitative descriptive research method using the Critical Discourse Analysis approach by Fairclough. The data source for this research is the narrative of the documentary film "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso" produced by Netflix. The analysis of description results of agency reveal that the agents mentioned by the narrator are Cyanide 37%, Netflix 31%, authorities 13%, Jessica 13%, and All Indonesian people 6%. Thus, the agents mentioned by the narrator in the film "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso." Regarding the analysis of narrator data using the theory of transitivity processes, it shows that the most dominant is Pr. Verbal at 24%, followed by Pr. Mental at 23%, and Pr. Material at 23%. The third position is Pr. Existential at 18%, and the lowest is Pr. Behavioural at 12%. Therefore, in the analysis of the narrator's narrative, it is found that both mental and material processes have equal percentages, each at 32%. This analysis identifies that the narrator comprehensively. The interpretation found that the narrator uses material and verbal processes to convey the efforts and hard work of the production team in conducting interviews with all the sources involved in this case. The narrator also predominantly uses mental processes because the narrator conveys and convinces the public about the facts of cyanide unknown to the public. The narrator convinces the public that the knowledge about cyanide with facts and evidence in Mirna's case cannot be considered the cause of Mirna's death. The explanation Netflix's efforts to bring in several narrators, even with the absence of some key narrators, become a question mark. Jessica, as a suspect in Mirna's death case, is hard to find. Netflix's belief is that Mirna's death is not because of cyanide. Netflix also has an interest in gaining significant profit from making this film, as evidenced by the trailer being watched by as many as 44 million viewers, and the documentary becoming one of the most popular documentaries produced by Netflix.
Kendala dan Strategi Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab Nelly Husni Laely; Masri’ah; Wahyono
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.1016

Abstract

Kebijakan pembelajaran mendalam yang digaungkan pemerintah mendorong guru Bahasa Arab di berbagai madrasah untuk mengadopsi kerangka deep learning Fullan, namun adopsi kebijakan pada tataran praktik kelas jarang berjalan mulus. Studi terdahulu memetakan kendala tersebut melalui wawancara retrospektif dengan guru, sehingga kendala yang terpotret adalah kendala yang diingat dan dilaporkan guru, bukan kendala yang teramati langsung ketika guru sedang berupaya menerapkan deep learning dari satu siklus ke siklus berikutnya. Penelitian ini menyajikan data dari sumber yang berbeda, yaitu penelitian tindakan kelas dua siklus yang dilaksanakan bersama guru Bahasa Arab di sebuah Madrasah Aliyah Negeri di Cirebon pada kelas berjumlah 25 siswa. Data kendala dikumpulkan melalui catatan refleksi guru dan peneliti, lembar observasi, serta wawancara reflektif, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Ditemukan empat kategori kendala: perencanaan yang belum memberi otonomi belajar siswa, pelaksanaan yang menghadapi ketimpangan partisipasi dan keterbatasan waktu, penilaian yang belum otentik, serta kesiapan siswa dan lingkungan belajar yang beragam. Sebagian kendala terbukti responsif terhadap strategi perbaikan sederhana dalam satu siklus, namun kendala terkait otonomi belajar dan pergeseran budaya asesmen guru tampak lebih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.