Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model Imla’ Aktif-Reflektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian dilakukan pada 10 mahasiswa semester II STIT Hidayatunnajah Bekasi selama dua siklus (Februari–Maret 2024). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, portofolio, dan penilaian produk tertulis menggunakan rubrik berpikir kritis mencakup kejelasan ide, argumentasi logis, evaluasi informasi, dan refleksi pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor berpikir kritis dari 9,1 pada Siklus I menjadi 10,4 pada Siklus II, dengan 70% mahasiswa mengalami peningkatan signifikan. Analisis kualitatif menghasilkan enam tema utama: refleksi kognitif, metakognisi, analisis dan interpretasi, argumen dan dialog, penalaran logis, serta tanggung jawab belajar. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran imla yang dikembangkan secara aktif dan reflektif mampu menumbuhkan kesadaran metakognitif dan berpikir analitis mahasiswa. Model ini berimplikasi pada perancangan kurikulum Bahasa Arab berbasis HOTS yang lebih kontekstual dan kolaboratif.
Copyrights © 2025