Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Sinergi Masyarakat dan Bumdes Sumber Barokah Dalam Upaya Pengembangan Agroedutourism Achmad Djunaedy; Ali Wafa; Insiatun Navila; Arman Adrian Maulana; Aliyatul Najiyah; Oktaviana; Dita Megasari; Syaiful Khoiri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1233

Abstract

BUMDes Sumber Barokah, yang berlokasi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, memiliki potensi yang mencakup lapangan bola voli, greenhouse, dan beberapa peternakan lokal. Fokus utama BUMDes ini adalah pertanian dan peternakan, terutama pada produksi ternak dengan kandang besar berkapasitas 30 ekor sapi, serta produksi jagung, sayur-sayuran, cabai, dan melon. Media tanam yang digunakan meliputi sekam, cocopeat, kotoran kambing, serasah daun bambu kering, dan sekam. Meskipun memiliki potensi yang beragam, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari potensi tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi agroedutourism yang dapat meningkatkan perekonomian lokal. Kendala yang dihadapi BUMDes meliputi budidaya tanaman yang belum berkelanjutan dan tingkat adopsi teknologi yang masih rendah di kalangan masyarakat. Program yang dilaksanakan dari Agustus hingga November 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa. Kegiatan ini melibatkan demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi, termasuk pelatihan penanaman tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, terong, dan jeruk, yang diikuti oleh 25 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, mencapai 80%. Sebagai hasil dari kegiatan ini, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap konsep agroedutourism dan sepakat akan manfaat yang ditawarkan. Program ini berkontribusi dalam membangun sinergi antara masyarakat desa dan BUMDes untuk mengembangkan kawasan agroeduwisata yang berkelanjutan di Desa Kebun
Pendampingan Implementasi light trap dalam pengendalian hama terpadu ulat grayak pada tanaman bawang merah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan Syaiful Khoiri; Mustika Tripatmasari; Himmatul Khasanah; Insiatun Navila; Deswita Syahda Firani; Denia Rista Damayanti; Dita Megasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29552

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kelompok tani yang sejahtera. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan light trap sebagai alat monitoring dalam pengendalian hama terpadu. Kegiatan ini melibatkan 50 responden dari anggota Kelompok Tani Padi Mas, program ini menggunakan tahapan yaitu koordinasi dengan kelompok tani, pemantauan lapang kondisi lahan pertanian bawang merah, FGD, Penerapan light trap, pendampingan dan evaluasi kegiatan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama, di mana dari 60% responden yang awalnya tidak mengetahui menjadi 80% tahu dan sangat tahu, serta mengalami peningkatan keterampilan penggunaan lightrap lebih dari 70% setelah mengikuti program ini. Selain itu, program ini juga memperkenalkan teknik pertanian tumpangsari, yang memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara ekonomi. Kata kunci: bawang merah; kelompok tani; light trap; pengendalian hama terpadu. Abstract The community service programme conducted in Sana Tengah Village, Pasean Sub-district, Pamekasan Regency, represents an initiative aimed at fostering prosperous farmer groups. The programme sought to enhance farmers' knowledge and skills in using light traps as a monitoring tool within an integrated pest management framework. This initiative involved 50 respondents from the Padi Mas Farmers Group. It was carried out in several stages, including coordination with the farmer group, field monitoring of red onion agricultural conditions, focus group discussions (FGDs), implementation of light traps, assistance, and activity evaluation to measure programme effectiveness. Evaluation results indicated a significant improvement in farmers’ knowledge of pest control, with the percentage of respondents who were previously unaware decreasing from 60% to only 20%, while 80% became knowledgeable or highly knowledgeable. Additionally, over 70% of participants improved their skills in using light traps following the programme. The initiative also introduced intercropping techniques, enabling farmers to cultivate multiple crops on the same land, thereby increasing productivity and economic profitability. Keywords: red onion; farmers group; light trap; integrated pest management