Awalul Fatiqin
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Total Mikroba Dan Coliform Pada Perairan Sungai Rupit Di Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan Aneke Lestari; Rukmini Rukmini; R. A. Hoetari Tirta Amalia; Riri Novita Sari; Amelia Amelia; Awalul Fatiqin
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7342

Abstract

Sumatera Selatan mempunyai aliran sungai dengan jumlah yang banyak salah satunya sungai Rupit di Kabupaten Musi Rawas aliran sungai kawasan ini digunakan sebagai sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Indikator pencemaran suatu perairan yaitu ditemukannya bakteri coliform. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah total mikroba dan kadar cemaran coliform pada perairan sungai Rupit di Wilayah Kecamatan Karang Jaya serta kesesuaian baku mutu untuk keperluan hiegene sanitasi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dan metode yang digunakan adalah Most Probable Number (MPN) dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total mikroba yang didapatkan di wilayah hilir, tengah dan hulu memiliki kadar yang tinggi yaitu masing-masing bernilai 108,7 x 105 CFU/ml, 12,7 x 105 CFU/ml dan 6,6 x 105 CFU/ml. Sedangkan nilai kadar cemaran koliforrm dan Escherichia coli di perairan sungai Rupit di Wilayah Kecamatan Karang Jaya di wilayah hilir, tengah dan hulu masing-masing sebesar 585 CFU/100 ml, 2400 CFU/100 ml, dan 1557 CFU/100 ml. Nilai koliforrm dan Escherichia coli yang didapatkan ini melebihi standar baku mutu air untuk keperluan hiegene sanitasi yang ditetapkan oleh Permenkes Nomor 32 Tahun 2017.
Studi Budidaya Jamur Kuping (Auricularia auricula) dengan Variasi Jenis Substrat dan Konsentrasi Supplemen Arif Yachya; Sulistyowati Sulistyowati; Awalul Fatiqin; Ria Windi Lestari; Umi Novita Fitriah; Decenly Decenly; Rahayu Opi Anggoro
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7329

Abstract

Terbatasnya stok serbuk gergaji kayu sengon sebagai bahan baku baglog dapat mempengaruhi kelangsungan produksi jamur kuping (Auricularia auricula). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku alternatif baglog jamur kuping belum banyak diungkap. Ketiga jenis limbah pertanian yang tersedia melimpah di dataran rendah, yaitu jerami padi (PJP), potongan ampas tebu (PAT) dan serbuk gergaji kayu kelapa (SKK). Peforma pertumbuhan dan hasil panen jamur kuping pada ketiga jenis limbah pertanian tersebut yang dikombinasikan dengan dedak (0, 5, 10 dan 15%) diinvestigasi pada penelitian ini. Serbuk kayu sengon (SKS) digunakan sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa waktu tercepat miselium penuh, pembentukan pinhead dan panen pertama dicapai berturut-turut pada hari ke-17-20, 29-32, dan 39-40 inkubasi oleh baglog SKK. Pengamatan pada hasil panen menunjukkan PJP adalah substrat terbaik dibanding SKS (sebagai substrat kontrol), SKK dan PAT. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi dedak berdampak negatif pada hasil panen baglog PJP. Performa hasil panen terbaik diperoleh pada baglog PJP dengan dedak 0 % yaitu 13,67 g (berat basah) dengan berat baglog 240 g (berat basah). Hasil ini lebih tinggi 64,11 % dari hasil panen baglog SKS dengan dedak 5-10%. Pada akhirnya, hasil studi ini merekomendasikan PJP sebagai substrat alternatif pengganti SKS.