Umi Novita Fitriah
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Wirausaha Kelompok Tani Mushroom Jaya Melalui Budidaya Hidroponik Untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan: Entrepreneurial Development of Mushroom Jaya Farmer Group Through Hydroponic Cultivation for Sustainable Business Growth Fitriah, Umi Novita; Chotimah, Hestin Ernawati Nur Chusnul; Mulyani, Rahmawati Budi; Aziz, Fadhila; Buana, Nugroho Noto; Vernandez, Billy
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.595

Abstract

Dewasa ini, produksi jamur tiram sejumlah kelompok tani di Kota Palangka Raya mengalami kendala, di antaranya serangan penyakit pada baglog jamur tiram serta kontaminasi media tanam. Permasalahan ini menyebabkan kerugian yang signifikan hingga menyebabkan gulung tikar beberapa kelompok tani. Salah satu yang terdampak adalah Kelompok Tani Mushroom Jaya. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengembangan usaha yang tepat guna mendukung keberlanjutan dan pemulihan ekonomi bagi Kelompok Tani Mushroom Jaya melalui pengabdian masyarakat pengembangan wirausaha tani melalui budidaya hidroponik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Mushroom Jaya dalam instalasi hidroponik, Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) pelaku usaha, dan diversifikasi olahan tanaman hidroponik. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 18 orang peserta. Metode yang digunakan adalah pendampingan instalasi hidroponik, penyampaian materi PSAT pelaku usaha dan diversifikasi olahan tanaman hidroponik, diskusi, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan berdasarkan 10 pertanyaan kuesioner pra dan pasca kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan peserta laki-laki dalam instalasi hidroponik (100%). Seluruh peserta (100%) memahami terkait PSAT pelaku usaha dan prosedur pendaftarannya. Seluruh peserta (100%) juga tertarik dalam memasarkan produk diversifikasi olahan sayuran hidroponik.  
Studi Budidaya Jamur Kuping (Auricularia auricula) dengan Variasi Jenis Substrat dan Konsentrasi Supplemen Arif Yachya; Sulistyowati Sulistyowati; Awalul Fatiqin; Ria Windi Lestari; Umi Novita Fitriah; Decenly Decenly; Rahayu Opi Anggoro
Journal of Biotropical Research and Nature Technology Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Biotropical Research and Nature Technology
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/borneo.v1i1.7329

Abstract

Terbatasnya stok serbuk gergaji kayu sengon sebagai bahan baku baglog dapat mempengaruhi kelangsungan produksi jamur kuping (Auricularia auricula). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku alternatif baglog jamur kuping belum banyak diungkap. Ketiga jenis limbah pertanian yang tersedia melimpah di dataran rendah, yaitu jerami padi (PJP), potongan ampas tebu (PAT) dan serbuk gergaji kayu kelapa (SKK). Peforma pertumbuhan dan hasil panen jamur kuping pada ketiga jenis limbah pertanian tersebut yang dikombinasikan dengan dedak (0, 5, 10 dan 15%) diinvestigasi pada penelitian ini. Serbuk kayu sengon (SKS) digunakan sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa waktu tercepat miselium penuh, pembentukan pinhead dan panen pertama dicapai berturut-turut pada hari ke-17-20, 29-32, dan 39-40 inkubasi oleh baglog SKK. Pengamatan pada hasil panen menunjukkan PJP adalah substrat terbaik dibanding SKS (sebagai substrat kontrol), SKK dan PAT. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi dedak berdampak negatif pada hasil panen baglog PJP. Performa hasil panen terbaik diperoleh pada baglog PJP dengan dedak 0 % yaitu 13,67 g (berat basah) dengan berat baglog 240 g (berat basah). Hasil ini lebih tinggi 64,11 % dari hasil panen baglog SKS dengan dedak 5-10%. Pada akhirnya, hasil studi ini merekomendasikan PJP sebagai substrat alternatif pengganti SKS.