Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pelayanan Pasien Penderita Diabetes Mellitus di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Edi Suyitno; Tyra Septi Diana; Anjani Muslimatun Dawiyah; Nani Tsania Fitri
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.5697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pelayanan pasien Diabetes Mellitus (DM) di RSU Bhakti Asih Kota Tangerang dengan fokus pada kualitas pelayanan medis dan faktor yang memengaruhi efektivitas manajemen pelayanan. Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, sehingga memerlukan pengelolaan pelayanan kesehatan yang optimal untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Populasi penelitian adalah pasien DM dengan jumlah 126 orang, dan sampel sebanyak 73 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan medis dalam kategori baik (80%), sedangkan sisanya menilai kurang (15%) dan tidak puas (5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pelayanan medis dengan manajemen pelayanan pasien DM (p < 0,05). Nilai OR sebesar 1,16 menunjukkan bahwa pelayanan medis yang baik meningkatkan peluang manajemen pelayanan yang lebih efektif. Selain itu, faktor usia tenaga pelayanan juga berpengaruh terhadap kualitas manajemen pelayanan. Kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pelayanan medis memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas manajemen pelayanan pasien DM. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan, kompetensi tenaga kesehatan, serta penerapan standar operasional prosedur yang konsisten sangat diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit.
Pengaruh Digitalisasi Administrasi terhadap Kinerja Unit Rekam Medis di Rumah Saki: Studi pada Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang Edi Suyitno; Aurora Alifa; Susan Hadiyani; Yeni Suryani
Journal of Technology and System Information Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jtsi.v1i3.5598

Abstract

Seiring deingan perkembangan transformasi teknologi kesehatan yang terus berkembang di Indonesia, penggunaan sistem di Rumah Sakit harus beradaptasi dengan era serba digital misalnya penggunaan Rekam Medis Manual yang berganti menjadi Rekam Medis EIektronik (RME). Digitalisasi merupakan proses peralihan media dokumen yang bersifat manual menjadi dokumen digital yang didalam file berekstensi misalnya pdf atau jpg yang proses peralihan ini dibantu dengan scanning dengan alat scanner. Tujuan dari penelitian ini untuk pengaruh digitalisasi administrasi: studi pada Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif yang disajikan secara deskriptif eksploratif dengan cara melalui wawancara mendalam (In depth Intervieiw) oleh informan. Hasil penelitian ditemukan beberapa masalah yaitu penggunaan Rekam Meidis Elektronik memerlukan kapasitas penyimpanan yang besar, masih terdapat antrian untuk registrasi di loket dan juga server seiring down yang mengakibatkan SIMRS mengalami error dan loading hal ini berdampak juga pada SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
Transformasi Digital dalam Administrasi Rumah Sakit: Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dan Pengambilan Keputusan Manajerial Edi Suyitno; Rini Febrianti; Susan Hadiyani; Yeni Suryani; Syahrifah Aima
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v4i1.3975

Abstract

Era transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan akses layanan. Transformasi digital mencakup adopsi teknologi seperti rekam medis elektronik (Electronic Health Record/EMR), telemedicine, dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dan layanan yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: Apa saja tantangan dan hambatan dalam implementasi transformasi digital di rumah sakit, khususnya EMR, dan strategi apa yang dapat digunakan untuk mengatasinya? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dari berbagai sumber ilmiah, laporan pemerintah, dan studi kasus yang relevan untuk mengidentifikasi faktor kunci, hambatan, serta praktik terbaik transformasi digital di sektor kesehatan. Analisis dilakukan secara kritis terhadap 25 publikasi yang membahas EMR, telemedicine, sistem informasi kesehatan, serta teknologi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EMR dan teknologi digital lainnya secara signifikan meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi operasional, transparansi layanan, serta perlindungan data pasien. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital tenaga kesehatan, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, isu privasi dan keamanan data, serta regulasi yang belum memadai. Strategi untuk mengatasinya mencakup peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, perencanaan strategis, kolaborasi lintas departemen, interoperabilitas sistem, dan investasi pada infrastruktur digital. Kesimpulannya, transformasi digital di rumah sakit terbukti dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan manajemen, kebijakan yang jelas, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan. Peneliti menyarankan untuk memperkuat regulasi, memperluas literasi digital, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk memastikan transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.