Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Edukasi dan Pelatihan Pijat Bayi Berbasis Kader dan Keluarga untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi Rini Febrianti; Mastiur Butar Butar; Syarifah Aima; Nurbaiti Br Singarimbun; Riska Amelia Putri; Suharni Pintamas Sinaga; Aulia Echi; Herlina Simanjuntak
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1j6rta92

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas tidur, pertumbuhan, serta perkembangan bayi. Namun, praktik pijat bayi yang benar masih belum merata di masyarakat karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi dan pelatihan pijat bayi berbasis kader dan keluarga dengan pendekatan Community-Based Participatory (CBP) guna mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Melati, kelurahan Mangga Padang Bulan Kota Medan. tanggal 6 - 8 April 2026 dengan melibatkan kader dan keluarga sebanyak 20 orang yang  dilakukan edukasi pelatihan pijat bayi dan pendampingan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, pelibatan aktif kader dan keluarga dalam perencanaan, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pijat bayi, serta evaluasi keberhasilan program. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Partisipasi aktif kader sebagai agen perubahan menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan program di tingkat komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta keluarga dalam melakukan pijat bayi secara mandiri dan benar. Selain itu, terjadi peningkatan keterlibatan keluarga dalam stimulasi tumbuh kembang bayi serta terbentuknya model edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan di masyarakat. Kesimpulann pengembangan model edukasi dan pelatihan pijat bayi berbasis kader dan keluarga dengan pendekatan CBP efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan berpotensi mendukung optimalisasi tumbuh kembang bayi secara berkelanjutan.
Transformasi Digital dalam Administrasi Rumah Sakit: Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dan Pengambilan Keputusan Manajerial Edi Suyitno; Rini Febrianti; Susan Hadiyani; Yeni Suryani; Syahrifah Aima
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v4i1.3975

Abstract

Era transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis di sektor kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan akses layanan. Transformasi digital mencakup adopsi teknologi seperti rekam medis elektronik (Electronic Health Record/EMR), telemedicine, dan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dan layanan yang lebih responsif. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: Apa saja tantangan dan hambatan dalam implementasi transformasi digital di rumah sakit, khususnya EMR, dan strategi apa yang dapat digunakan untuk mengatasinya? Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah pustaka dari berbagai sumber ilmiah, laporan pemerintah, dan studi kasus yang relevan untuk mengidentifikasi faktor kunci, hambatan, serta praktik terbaik transformasi digital di sektor kesehatan. Analisis dilakukan secara kritis terhadap 25 publikasi yang membahas EMR, telemedicine, sistem informasi kesehatan, serta teknologi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EMR dan teknologi digital lainnya secara signifikan meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi operasional, transparansi layanan, serta perlindungan data pasien. Hambatan utama yang ditemukan meliputi kurangnya literasi digital tenaga kesehatan, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur, isu privasi dan keamanan data, serta regulasi yang belum memadai. Strategi untuk mengatasinya mencakup peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkelanjutan, perencanaan strategis, kolaborasi lintas departemen, interoperabilitas sistem, dan investasi pada infrastruktur digital. Kesimpulannya, transformasi digital di rumah sakit terbukti dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan manajemen, kebijakan yang jelas, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan. Peneliti menyarankan untuk memperkuat regulasi, memperluas literasi digital, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan masyarakat untuk memastikan transformasi digital yang efektif dan berkelanjutan.