Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan dan Dampak Residu Pestisida terhadap Budidaya Ikan Air Tawar Sebagai Salah Satu Potensi Unggulan Desa Palaes Deidy Yulius Katili; Marnix L.D Langoy; Stella Deiby Umboh
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/hy36f320

Abstract

Desa Palaes adalah merupakan salah satu Desa di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki sumber air tawar yang tersedia dan banyak dikembangkan untuk aktivitas budidaya ikan air tawar. Hasil produksi ikan air tawar dipengaruhi oleh adanya residu pestisida. Salah satu bahaya negatif yang merugikan yaitu pencemaran bagi air dan dapat membahayakan kehidupan ikan air tawar dan mikroorganisme air khususnya jamur air sebagai indikator kualitas air. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan PKM ini adalah peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam penggunaan pestisida secara terkendali untuk mengurangi tingkat keracunan yang diakibatkannya dan peningkatan kesadaran lingkungan hidup bagi masyarakat khususnya Masyarakat Desa Palaes dari dampak samping yang ditimbulkan oleh pestisida bagi lingkungan dan ikan air tawar yang dibudidayakan. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida dan dampak samping yang ditimbulkannya, akan digunakan metode penyuluhan dan pelatihan dampak penggunaan pestisida terhadap lingkungan dan kolam pembudidayaan ikan air tawar. Berdasarkan analisis data hasil tes awal dan tes akhir maka diperoleh hasil bahwa terjadipeningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah materi pelatihan diberikan, dimana prosentase nilai di bawah 60 tidak ada lagi dan 1 orang peserta pada interval nilai 91-100. Berdasarkan analisis rekapan lembar evaluasi topik belajar setelah dilakukan praktek penggunaan pestisida maka diperoleh hasil tertinggi terdapat pada aspek pemahaman dengan kriteria sangat baik (22 peserta). Sedangkan hasil yang rendah terdapat pada aspek ke-4 (kemampuan peserta mengkomunikasikan hasil praktek dengan pihak lain) dengan 1 orang peserta dengan kriteria sedang.
Multivariate Morphometric Differentiation of Butterflies in Gunung Tumpa Grand Forest Park, North Sulawesi, Indonesia Hanny Pontororing; Henny Lieke Rampe; Eva Lienneke Baideng; Lalu Wahyudi; Deidy Yulius Katili
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/74cx3095

Abstract

Sulawesi supports a taxonomically distinctive butterfly fauna, yet trait-based information that can complement conventional biodiversity inventories remains limited. Previous studies in Gunung Tumpa Grand Forest Park have primarily emphasized species diversity, abundance, and pollinator communities, leaving morphometric differentiation among co-occurring taxa comparatively unexplored. This study quantified morphological differentiation among ten butterfly taxa recorded from Gunung Tumpa, North Sulawesi, using eleven linear morphometric variables describing wing, body, antenna, and leg dimensions. Measurements were standardized as z-scores and analyzed using principal component analysis (PCA) and Ward’s hierarchical clustering based on Euclidean distance. The first three principal components explained 93.22% of the total standardized variance (PC1 = 60.72%, PC2 = 18.51%, and PC3 = 13.99%). PC1 represented an integrated size-and-appendage gradient, with the strongest positive contributions from antenna length, abdomen length, thorax length, midleg length, and wing dimensions. Troides helena was strongly separated along PC1, Idea blanchardii along PC2, and Papilio sp. along PC3. Ward’s clustering corroborated this hierarchical pattern of differentiation: T. helena was the most morphometrically distinct taxon, whereas seven taxa formed a relatively compact core cluster before Papilio sp. and I. blanchardii joined at greater linkage distances. These results provide an exploratory trait-space baseline for butterflies in Gunung Tumpa and demonstrate that local taxonomic diversity is accompanied by pronounced morphological differentiation.