Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHASA DAERAH SEBAGAI ALAT BUKTI LINGUISTIK DALAM PERKARA PENGHINAAN: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK PADA PUTUSAN NOMOR 2/PID.C/2023/PN SGM Yuliza Rahma Lubis; Ribka Elstin Sigab; Kezia Erica Agave; Wisman Hadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.63730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, fungsi, dan konteks penggunaan bahasa daerah dalam perkara penghinaan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Sungguminasa Nomor 2/Pid.C/2023/PN Sgm. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan linguistik forensik. Sumber data penelitian berupa dokumen putusan pengadilan, sedangkan data penelitian berupa tuturan berbahasa daerah yang tercantum dalam dakwaan, keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan fakta hukum dalam putusan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat tuturan berbahasa daerah, yaitu “Kongkong Poro Sambayanna Kongkonga”, “Assuluko Mae”, “Subuh pi, Nakutaraiko”, dan “Kongkong, Assuluko Mae Kongkong”. Keempat tuturan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, yaitu penghinaan, perintah, dan pernyataan mengenai tindakan yang akan dilakukan terhadap korban. Makna tuturan tidak hanya ditentukan oleh arti secara literal, tetapi juga oleh konteks, hubungan antara penutur dan lawan tutur, situasi komunikasi, serta rangkaian tuturan dalam peristiwa tersebut. Dari perspektif linguistik forensik, tuturan bahasa daerah dalam putusan tersebut menjadi data kebahasaan yang berkaitan dengan perkara hukum karena muncul secara konsisten dalam berbagai bagian dokumen perkara. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis bahasa daerah dalam perkara hukum perlu memperhatikan bentuk, makna, fungsi, dan konteks tuturan agar penggunaan bahasa dalam suatu perkara dapat dipahami secara lebih tepat.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS REKON SISWA KELAS IX SMP NEGERI 37 MEDAN Ribka Elstin Sigab; Yuliza Rahma Lubis; Kezia Erica Agave; Septi Permai Natasya Tambunan; Muhammad Ali Hakim
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.63731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan menulis teks rekon siswa kelas IX SMP Negeri 37 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 26 siswa. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran yang biasa diterapkan oleh guru. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan menulis teks rekon berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 68,46 dan meningkat menjadi 93,88 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 25,42. Sementara itu, nilai rata-rata kelas kontrol meningkat dari 68,46 pada pretest menjadi 78,85 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 10,39. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan bahwa data tidak homogen. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks rekon siswa kelas IX SMP Negeri 37 Medan.